Cara Menyelamatkan Diri Saat Mobil Terseret Arus Banjir

  • 05 Des 2025 19:48 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Banyak pengemudi mobil yang nekat menerobos banjir. Inilah yang mengakibatkan banyaknya peristiwa mobil terseret arus banjir atau minimal terendam banjir. Untuk menghindari resiko tenggelam karena banjir, penting untuk paham penyelamatan diri.

Mobil dapat kehilangan stabilitas hanya dengan genangan air setinggi 15 hingga 30 sentimeter, dan begitu masuk air, mobil akan mengapung sebentar sebelum mulai menukik ke depan karena berat mesin. Saat air naik, tekanan pada pintu dan jendela meningkat tajam, membuat pintu hampir tidak mungkin dibuka.

Dr. Gordon Giesbrecht dari Universitas Manitoba di Kanada adalah pakar yang diakui secara internasional dalam bidang perendaman air dingin. Giesbrecth juga dan telah mengembangkan protokol untuk melarikan diri dari kendaraan di dalam air. Demikian menurut laman RAC.

Penelitian Dr. Gordon Giesbrecht menunjukkan bahwa seseorang hanya memiliki waktu sekitar satu menit untuk keluar dari mobil sebelum jendela tidak bisa lagi dibuka karena terendam. Dalam situasi kritis ini, langkah yang benar harus dilakukan secepat mungkin: tidak menyentuh ponsel, melepaskan sabuk pengaman, dan segera mencoba menurunkan jendela depan.

Jendela elektrik biasanya masih berfungsi selama 15 hingga 60 detik setelah mobil masuk air. Jika jendela depan gagal dibuka, penumpang harus bergerak ke kursi belakang yang posisinya berada lebih tinggi dari permukaan air.

Bila jendela tetap tidak bisa dibuka, maka jendela samping harus dipecahkan, bukan kaca depan atau belakang karena menggunakan kaca yang sangat kuat. Anak-anak harus dikeluarkan lebih dulu sebelum orang dewasa menyusul. Karena waktu sangat terbatas, menelepon layanan darurat bukan prioritas kecuali kendaraan hanya sebagian terendam air.

Proses tenggelamnya mobil terbagi dalam tiga fase, yakni: fase mengapung ketika air belum mencapai jendela, fase tenggelam ketika air mulai menekan jendela dan pintu, dan fase terendam penuh saat seluruh mobil berada di bawah air. Hanya fase pertama yang benar-benar memungkinkan upaya melarikan diri dengan peluang keberhasilan yang tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....