Marigold, Bunga Bau Ajaib Kaya Khasiat

  • 30 Nov 2025 22:08 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Bunga marigold, yang tampil memukau dengan gradasi warna kuning, jingga, dan merahnya, adalah salah satu tanaman hias yang paling populer di berbagai belahan dunia. Namun, di Indonesia, bunga cantik ini sering kali mendapatkan julukan yang kurang menyenangkan: "bunga tahi ayam" (Tagetes) karena aroma daun dan batangnya yang kuat dan menyengat.

Di balik aromanya yang tajam, marigold menyimpan kekayaan nutrisi, terutama senyawa antioksidan tinggi, menjadikannya superfood. Bunga ini mengandung lutein dan zeaxanthin, yang sangat penting untuk kesehatan mata. Para peneliti di Universitas Ma Chung (MRCPP) menyebutkan bahwa, "Bunga marigold lokal varietas Mega Orange mengandung karotenoid lutein dan zeaksantin hingga 13,88 mg/g berat kering... Akumulasi lutein pada tubuh manusia sendiri dikaitkan dengan manfaat kesehatan lutein, diantaranya sebagai antioksidan serta melindungi mata dan kulit dari paparan sinar biru."

Secara turun temurun, marigold telah digunakan sebagai obat herbal, terutama untuk menenangkan sistem pencernaan. Kelopak bunga yang dikeringkan dapat membantu meredakan gejala tukak lambung dan gastritis. Mengenai khasiatnya yang lebih luas, JamuDigital mengutip, "Bunga Marigold mengandung antioksidan yang tinggi sehingga dapat melawan radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit, khususnya kanker." Selain itu, bunga ini juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri, di mana ekstraknya terbukti mampu "menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae"

Aroma menyengat yang memberinya julukan "bunga tahi ayam" ternyata membawa manfaat besar di bidang pertanian. Bau kuat ini mengandung senyawa yang secara efektif dapat mengusir berbagai jenis hama, termasuk nematoda (cacing gelang) yang merusak akar tanaman. Kompas.com menjelaskan, "Akar tanaman bunga marigold melepaskan bahan kimia ke dalam tanah yang membantu mengusir hama." Dengan menanam marigold di sela-sela tanaman utama, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, menjadikannya bagian penting dari praktik pertanian organik.(RIA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....