Bakti TNI AD, dari Harapan Warga hingga Amal Jariyah

  • 21 Agt 2026 15:41 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) program Bakti TNI AD di Pulau Madura, pada Jumat pagi 21 Agustus 2026, meninjau sejumlah hasil kegiatan di Kabupaten Sumenep. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan sekaligus pemanfaatan program yang telah diberikan kepada masyarakat.

Sejumlah lokasi menjadi sasaran kunjungan, di antaranya bantuan sumur bor di Desa Pekandangan Sangra, Kecamatan Bluto; pembangunan jembatan di Desa Errabu; serta rehabilitasi sekolah dan pembangunan rumah tidak layak huni di Desa Guluk Manjung.

Tim Wasev dipimpin Letkol Inf Alex Sandri, S.Hub., Int., didampingi Mayor Czi Erlan Yulianto selaku perwira pendamping dan Serka Dj. Pranata sebagai operator.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Desa, tokoh masyarakat, dan warga. Sejumlah ibu turut hadir dalam penyambutan tersebut. Interaksi antara tim Wasev dan masyarakat berlangsung hangat, terutama ketika rombongan melihat langsung fasilitas yang menjadi bagian dari program Bakti TNI AD.

Kades Pekandangan Sangra, Sukandar menyambut kedatangan Tim wasev TNI AD (foto: RRI/ Ros)

Letkol Inf Alex Sandri mengatakan, kegiatan Wasev menjadi bagian dari upaya memastikan program yang telah dilaksanakan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Tujuan kita untuk membantu masyarakat. Jaga ini baik-baik dan semoga bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Salah satu fasilitas yang ditinjau adalah bantuan sumur bor di Dusun Jagunung, Desa Pekandangan Sangra. Keberadaan sumber air tersebut menjadi bagian penting bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi Alex Sandri, pembangunan sumur bor di wilayah Madura memiliki arti tersendiri. Selain menjawab kebutuhan masyarakat, air yang terus digunakan dan memberikan manfaat diyakini memiliki nilai amal jariyah.

“Bantuan sumur bor bagi masyarakat di Pulau Madura sangat dibutuhkan. Karena warga Madura sangat religius, sehingga selama air ini mengalir, maka pahala jariyahnya juga akan berlanjut,” katanya.

Kepala Desa Pekandangan Sangra, Sukandar, menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan TNI AD merupakan langkah konkret karena langsung menyentuh kebutuhan warga.

“Kami sampaikan terima kasih. Ini langkah konkret dan sangat membantu,” ujarnya.

Sukandar juga menyatakan pemerintah desa siap melanjutkan kolaborasi dengan TNI dalam program-program berikutnya. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Warga Desa Pekandangan Sangra Kecamatan Bluto berfoto bersama tim wasev (Foto: RRI/ Ros)

Tidak hanya pembangunan fisik, Bakti TNI AD di Pulau Madura juga mencakup berbagai kegiatan sosial. Hingga saat ini, program tersebut antara lain telah membangun 33 jembatan dan 52 sumur bor, memperbaiki ruang sekolah, membangun rumah tidak layak huni, serta melaksanakan donor darah, memberikan bantuan kursi roda dan kaki palsu, hingga operasi katarak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....