Danrem Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Hubungkan Dua Desa di Ambunten
- 03 Jul 2026 12:49 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ambunten Tengah dan Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, resmi diresmikan dan mulai difungsikan, Jumat, 3 Juli 2026. Jembatan gantung sepanjang 40 meter itu mampu memangkas waktu tempuh warga, memperlancar mobilitas, sekaligus mendorong peningkatan perekonomian dan akses pendidikan masyarakat di kedua desa.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh perjalanan memutar dengan waktu yang cukup lama untuk menuju desa tetangga. Pada musim kemarau, sebagian masyarakat bahkan memilih menyeberangi sungai secara langsung untuk mempercepat perjalanan.
Peresmian jembatan dilakukan langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, bersama Ketua DPRD Sumenep, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan perangkat Desa Ambunten Tengah.
Brigjen TNI Kohir mengatakan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi menjadi simbol pemersatu dua desa yang selama ini dipisahkan oleh sungai.
"Hari ini kami meresmikan sebuah bangunan monumental antara dua desa, yaitu Jembatan Perintis Garuda berupa jembatan gantung sepanjang 40 meter. Jembatan ini menjadi simbol pemersatu Desa Ambunten Tengah dan Desa Ambunten Timur yang selama ini terpisah oleh sungai," kata Brigjen TNI Kohir usai peresmian.
Menurut Danrem, pembangunan jembatan tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu 89 hari. Penyelesaian ini lebih cepat dari target yang telah ditetapkan yaitu 92 hari.
"Pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat. Harapan kami seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih besar dari pembangunan ini," ujarnya.
Ia menuturkan, keberadaan jembatan akan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Selain mempermudah mobilitas, jembatan juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi antardesa.
"Bukan hanya sekadar untuk menyeberang. Perekonomian dua desa diharapkan semakin meningkat karena satu desa memiliki potensi hasil laut, sedangkan desa lainnya didominasi sektor pertanian. Kedua potensi ini dapat saling melengkapi dan saling bertukar hasil," ucapnya.
Brigjen TNI Kohir juga menilai jembatan tersebut akan mempermudah akses pendidikan bagi para pelajar. Jika sebelumnya anak-anak harus memutar selama 15 hingga 20 menit, kini waktu tempuh menuju desa seberang hanya kurang dari satu menit.
"Anak-anak sekolah yang sebelumnya membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit karena harus memutar, sekarang tidak sampai satu menit sudah berada di desa yang berbeda," katanya.
Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program pemerintah untuk membuka keterisolasian wilayah dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pelosok.
"Program ini merupakan inisiasi Bapak Presiden untuk menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terpencil. Salah satu fokusnya adalah membangun jembatan di wilayah yang selama ini terpisah oleh sungai," tegas Brigjen TNI Kohir.
Kohir memastikan pembangunan jembatan serupa akan terus dilakukan di berbagai daerah yang masih mengalami keterbatasan akses.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, mengapresiasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Jembatan ini akan mempermudah mobilitas masyarakat. Selain itu, keberadaannya juga dapat meningkatkan perekonomian warga dan memudahkan akses anak-anak menuju sekolah," kata Zainal.
Ia berharap pembangunan jembatan perintis dapat diperluas ke daerah lain di Kabupaten Sumenep yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur penghubung.
"Kami berharap program pembangunan jembatan seperti ini terus berlanjut di wilayah lain yang masih membutuhkan akses penghubung. Dengan begitu, konektivitas antarwilayah semakin baik dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat," paparnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....