Nikah Muda atau Menunggu Mapan, Kesiapan Jadi Kunci

  • 05 Jun 2026 04:59 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Perdebatan mengenai pilihan menikah muda atau menunggu hingga mapan masih menjadi topik yang sering dibahas di kalangan anak muda. Sebagian memilih menikah di usia muda karena merasa telah menemukan pasangan yang tepat dan ingin tumbuh bersama dalam membangun kehidupan rumah tangga. Namun, tidak sedikit pula yang memilih menunda pernikahan hingga kondisi ekonomi dan karier lebih stabil agar lebih siap menghadapi berbagai tanggung jawab keluarga.

Salah satu pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdatul Ulama - LKKNU Sumenep, Susi Wulandari, dalam wawancaranya pada program Pro 2 Jaga Malam, Kamis 6 Mei 2026, menjelaskan bahwa setiap pilihan memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Menurutnya, keputusan menikah tidak semata-mata ditentukan oleh usia, melainkan oleh kesiapan masing-masing individu dan pasangan.

Nikah muda memiliki beberapa keuntungan, seperti memiliki energi yang lebih besar untuk beradaptasi dan membangun keluarga sejak awal,” ujar Susi. Ia menilai pasangan yang menikah di usia muda umumnya memiliki semangat tinggi untuk belajar dan berkembang bersama dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Meski demikian, Susi mengingatkan bahwa pernikahan di usia muda juga menghadirkan sejumlah tantangan. Mulai dari persoalan kestabilan ekonomi, kematangan emosi, hingga kemampuan menghadapi berbagai masalah rumah tangga yang membutuhkan penyelesaian secara bijaksana. “Tantangan yang dihadapi tidak sedikit, terutama terkait kondisi finansial dan kesiapan emosional dalam menjalani kehidupan berkeluarga,” katanya.

Di sisi lain, menunggu hingga kondisi ekonomi lebih mapan sering dianggap sebagai pilihan yang aman. Dengan karier yang lebih stabil dan penghasilan yang cukup, pasangan dapat memiliki fondasi finansial yang lebih kuat. Namun, menurut Susi, kemapanan ekonomi tidak selalu menjadi jaminan seseorang siap menjalani kehidupan pernikahan. “Menunggu mapan dapat memberikan rasa aman secara finansial, tetapi tidak selalu menjamin kesiapan mental atau keberhasilan dalam pernikahan,” jelasnya.

Susi menegaskan bahwa faktor terpenting dalam pernikahan adalah kesiapan diri dan pasangan. Pernikahan membutuhkan komitmen, komunikasi yang baik, kematangan berpikir, serta kemampuan mengelola keuangan bersama. “Baik menikah muda maupun menunggu mapan bisa menjadi pilihan yang tepat jika dilakukan dengan persiapan yang matang. Karena itu, sebelum memutuskan menikah, penting memastikan bahwa diri dan pasangan benar-benar siap menjalani kehidupan bersama dalam jangka panjang,” pungkasnya. (zal)



Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....