Diserang Hama Keong dan Wereng, Hasil Panen Padi di Sumenep Menurun
- 15 Apr 2026 09:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep— Dalam sebulan terakhir, para petani padi di Kabupaten Sumenep mulai memasuki masa panen perdana. Namun, hasil panen tahun ini dilaporkan menurun sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan musim panen tahun lalu.
Salah seorang petani asal Desa Karang Panasan, Cicing, Rabu 15 April 2026, mengungkapkan bahwa hasil panennya mengalami penurunan. Pada musim panen sebelumnya, ia mampu menghasilkan hingga 40 karung gabah kering dari lahan seluas setengah hektare. Tahun ini, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 35 karung. “Turun tahun ini, tidak sama dengan tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Cicing, penurunan hasil panen disebabkan oleh serangan keong air yang menyerang tanaman padi sejak fase awal pertumbuhan. Hama tersebut merusak akar tanaman hingga menyebabkan pembusukan dan menghambat pembentukan bulir padi.
Keluhan serupa juga disampaikan petani lainnya asal Desa Kacongan, Badriah. Ia mengaku hasil panennya turun lebih signifikan, dari 40 karung menjadi hanya 29 karung.
Badriah menjelaskan, penurunan tersebut dipicu oleh serangan hama penggerek batang dan wereng batang cokelat. Kedua hama tersebut menyebabkan tanaman padi berubah warna menjadi kemerahan dan gagal berbuah. “Kalau penurunan hasil panen padi saya bisa mencapai 28 persen,” katanya.
Meski demikian, para petani masih merasa terbantu dengan harga gabah yang relatif stabil. Saat ini, harga gabah berada di kisaran Rp1.200.000 per kuintal, dan diperkirakan akan meningkat seiring masuknya musim kemarau. Para petani berharap adanya penanganan hama yang lebih efektif agar produksi padi pada musim berikutnya dapat kembali meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....