“Berjumpa Kekasih”, Refleksi Kedekatan Hamba dengan Allah
- 19 Feb 2026 14:51 WIB
- Sumenep
KBRN.SUMENEP : Program dakwah Mutiara Pagi Ramadan menghadirkan tausiyah bertema “Berjumpa Kekasih” yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ustaz Izul Muttaqin. Tausiyah ini mengajak umat Islam memahami makna kedekatan spiritual dengan Allah SWT melalui ibadah Ramadan dan momentum Idulfitri.
Dalam pemaparannya, Ustaz Izul Muttaqin menjelaskan bahwa istilah “kekasih” dalam perspektif keislaman merujuk pada hubungan batin antara hamba dan Sang Pencipta. Ramadan menjadi proses penyucian diri melalui puasa, salat, sedekah, dan amal saleh, sehingga hati menjadi lebih bersih dan dekat kepada Allah SWT.
Ia menegaskan, Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi simbol kembalinya manusia pada fitrah setelah menjalani pembinaan spiritual selama sebulan penuh. Kemenangan sejati pada hari raya, menurutnya, adalah keberhasilan menahan hawa nafsu dan meningkatnya kualitas keimanan.
Selain ibadah ritual, tausiyah juga menyoroti pentingnya keikhlasan dalam beramal. Ibadah yang dilakukan dengan tulus akan menghadirkan ketenangan batin dan rasa rindu untuk terus mendekat kepada Allah SWT. Sebaliknya, ibadah tanpa keikhlasan hanya menjadi rutinitas yang kehilangan makna.
Momentum Lebaran, lanjutnya, perlu diwujudkan dalam sikap sosial umat Islam, seperti saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut merupakan buah dari keberhasilan pendidikan spiritual selama Ramadan.
Ustaz Izul Muttaqin juga mengingatkan agar semangat ibadah tidak berhenti setelah Idulfitri. Konsistensi dalam menjalankan perintah agama dan menjaga akhlak mulia harus terus dipertahankan sebagai bagian dari perjalanan hidup seorang Muslim menuju kedekatan dengan Allah SWT.
Melalui program Mutiara Pagi Ramadan, diharapkan masyarakat dapat mengambil hikmah bahwa tujuan utama ibadah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi mencapai kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Tema “Berjumpa Kekasih” menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati terletak pada hubungan yang kuat antara manusia dan Tuhannya. (dy)