BPPSDMP dan Forkopimda Sumenep Panen Raya Jagung Serentak

  • 12 Feb 2026 19:37 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal I di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kamis 12 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026.

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih mengatakan, panen raya jagung serentak ini menjadi momentum strategis untuk memastikan ketersediaan pangan serta meningkatkan produksi jagung sebagai komoditas unggulan daerah.

“Panen raya jagung serentak ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya jagung sebagai salah satu komoditas strategis nasional,” ujar Dewo Ringgih.

Ia menjelaskan, Kabupaten Sumenep memiliki potensi lahan tegal sekitar 117 ribu hektare, dengan sekitar 80 persen di antaranya ditanami jagung. Dari luasan tersebut, sekitar 40 persen merupakan jagung hibrida, sementara 60 persen masih didominasi jagung lokal yang dipertahankan petani.

“Jagung lokal masih dominan karena faktor budaya dan kebiasaan petani menyimpan benih sendiri. Namun, jagung hibrida terus meningkat dan menjadi salah satu andalan untuk meningkatkan produksi nasional,” ujarnya menambahkan.

Menurut Dewo, Kecamatan Ganding menjadi salah satu sentra pengembangan jagung hibrida dengan produktivitas mencapai 9 hingga 10 ton per hektare, sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.

“Jagung hibrida sangat diminati pasar, terutama untuk kebutuhan pakan. Sumenep juga termasuk kawasan pakan yang potensial mendukung target nasional ekspor jagung satu juta ton pada 2026,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga memberikan dukungan melalui bantuan benih jagung hibrida serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung pipilan kering sebesar Rp5.500 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

“Jagung lokal tetap penting untuk konsumsi dan menjaga kearifan lokal petani, namun sebagian lahan bisa diarahkan ke jagung hibrida agar pendapatan petani meningkat dan kontribusi terhadap produksi nasional semakin besar,” ucap Dewo menambahkan.

Panen raya jagung serentak ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjadi kontribusi nyata Kabupaten Sumenep dalam mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026.

Rekomendasi Berita