Serap Gabah Brigade Pangan Ataneh Atana' 7 Ton

  • 06 Feb 2026 16:08 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Serap gabah perdana di Kabupaten Sumenep mulai dilaksanakan melalui Brigade Pangan Ataneh Atana’ di Kecamatan Ambunten, mencapai 7 Ton gabah kering panen. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian dalam rangka menjaga swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026.

Secara nasional, pemerintah menargetkan serapan sebanyak 4 juta ton beras sepanjang tahun 2026. Untuk Kabupaten Sumenep, target serapan ditetapkan sebesar 344 ton setara beras, yang dikonversi menjadi sekitar 500 ton gabah kering panen (GKP) dan akan disalurkan ke Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep Dewo Ringgih mengatakan, serapan gabah ini menjadi peluang strategis bagi petani sekaligus upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

“Serap gabah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden melalui Kementerian Pertanian untuk menjaga swasembada pangan berkelanjutan. Tahun 2026 ditargetkan serapan 4 juta ton beras secara nasional, dan Sumenep mendapat target 344 ton setara beras,” ujar Dewo Ringgih, Jumat 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, target tersebut setara dengan sekitar 500 ton gabah kering panen yang nantinya dijual ke Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup menarik dan disambut antusias oleh para petani.

“Kami melihat antusiasme petani sangat tinggi untuk menjual gabahnya ke Bulog. Harga Rp6.500 per kilo GKP tentu memberikan kepastian dan semangat bagi petani,” ujarnya menambahkan.

Menurut Dewo, keberhasilan serapan gabah ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Brigade Pangan Ataneh Atana’, Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan, TNI, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, hingga Bulog.

“Dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik antarinstansi, kami optimistis target yang diberikan pemerintah bisa terlaksana dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya dengan tegas.

Dewo juga mengingatkan petani agar memperhatikan kualitas gabah sesuai standar Bulog. Gabah kering panen yang diserap harus memiliki kadar air sekitar 25–30 persen serta bersih dari kotoran seperti daun, batang, maupun benda asing lainnya.

“Gabah yang akan dijual ke Bulog wajib ditempatkan di titik penjemputan yang bisa dilalui armada truk atau pick up. Penimbangan dilakukan langsung di lokasi dengan harga Rp6.500 per kilogram GKP,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....