BPPSDMP, DKPP dan BPS Sumenep Sinergi Data Jagung
- 04 Feb 2026 14:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Sinergitas antara Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep kembali ditunjukkan melalui kegiatan pengubinan jagung di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng. Kolaborasi ini bertujuan menghasilkan data produktivitas jagung yang akurat sebagai dasar penyusunan strategi pembangunan pertanian daerah.
Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih menegaskan, sinergi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam memperoleh data pertanian yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, baik data primer maupun sekunder memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pertanian.
“Sinergitas yang baik antara BPPSDMP Kementan, DKPP, dan BPS ini sangat penting agar data yang dihasilkan benar-benar akurat. Dalam menyusun strategi pengubinan pertanian, kami membutuhkan data primer dan sekunder yang valid, sehingga akurasi data menjadi keharusan,” ujar Dewo Ringgih, Rabu 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan ubinan jagung dilakukan dengan mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dari BPS, termasuk penggunaan peralatan resmi seperti timbangan milik BPS. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keseragaman metode dan validitas hasil penghitungan di tingkat nasional.
“Pengubinan jagung ini menggunakan SOP dari BPS, mulai dari metode pengambilan sampel hingga peralatan yang digunakan. Dengan begitu, data produktivitas yang dihasilkan dapat disejajarkan dengan data nasional,” ujarnya menambahkan.
Dari hasil pengubinan di Desa Moncek Tengah, produktivitas jagung varietas RK 457 tercatat mencapai 9,58 ton per hektare jagung gelondong. Dewo menyebut hasil tersebut menjadi indikator positif bagi pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Sumenep.
“Hasil ubinan menunjukkan produktivitas 9,58 ton per hektare. Ini menjadi acuan penting dalam melihat potensi produktivitas jagung di Kabupaten Sumenep secara keseluruhan,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, DKPP Kabupaten Sumenep sebagai pemilik wilayah kerja terus mendorong para penyuluh BPPSDMP Kementan untuk aktif berkolaborasi dengan BPS. Sebab, data yang diakuisisi BPS telah terintegrasi secara nasional dan menjadi rujukan resmi dalam perencanaan pembangunan.
Kabupaten Sumenep sendiri memiliki potensi besar sebagai kawasan penyuplai jagung untuk mendukung target ekspor nasional satu juta ton. Dengan luas lahan tegal mencapai sekitar 117 ribu hektare, Sumenep dinilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan ekspor jagung nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....