Penyuluh Dampingi Revitalisasi Lahan Padi Desa Moncek Timur
- 09 Des 2025 20:07 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Upaya mewujudkan swasembada pangan terus digencarkan oleh pemerintah melalui berbagai program strategis, termasuk revitalisasi lahan pertanian. Di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, komitmen tersebut mulai menunjukkan hasil dengan bangkitnya kembali lahan-lahan sawah tadah hujan yang sebelumnya lama tidak berfungsi.
Selama hampir enam tahun, aktivitas pertanian padi di wilayah kerja Kelompok Tani (Poktan) Al-Barokah tidak terlihat. Minimnya minat petani menjadi salah satu faktor utama lahan-lahan tersebut terbengkalai. Ketua Poktan Al-Barokah, Wahib, mengungkapkan kondisi tersebut. “Hampir 6 tahun lamanya pertanian tanaman padi di wilayah Poktan Al-Barokah tidak terlihat. Banyak faktor, salah satunya adalah minat petani yang menurun,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Namun kini, harapan baru muncul. Melalui pendekatan intensif, motivasi, dan pendampingan berkelanjutan dari penyuluh pertanian wilayah binaan (WIBI) Desa Moncek Timur, Nazilatur Rohmah, petani mulai kembali bergairah mengelola lahannya. Revitalisasi ini sejalan dengan arahan Presiden RI dan Kementerian Pertanian, serta penguatan melalui Kepmentan No. 73 Tahun 2025 tentang Satgas Swasembada Pangan, yang menegaskan pentingnya optimalisasi lahan dan perluasan sawah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Nazilatur Rohmah menjelaskan, sumber daya alam yang tersedia dan keterampilan petani yang sudah terbentuk menjadi dorongan utama untuk kembali menghidupkan lahan pertanian.
“Kami terus melakukan pendekatan, memberi motivasi, dan menghadirkan inovasi agar petani kembali percaya diri mengolah lahannya. Revitalisasi lahan adalah langkah penting untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil,” ucap Nazilatur.
Ia juga menegaskan komitmen Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lenteng dalam mendukung gerakan swasembada pangan berkelanjutan.

“BPP Kecamatan Lenteng selalu siap mendampingi. Ini bukan hanya program, tetapi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan kemandirian pangan di daerah,” ucapnya menambahkan.
Langkah konkret mulai terlihat ketika seluas 0,18 hektare lahan milik petani Rasyid mulai ditanami padi kembali pada musim tanam pertama (MH1). Keberanian Rasyid menjadi pemicu semangat bagi petani lainnya. Revitalisasi ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan lahan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan lahan yang lebih optimal. Dengan terus tumbuhnya semangat petani, swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan tujuan yang dapat dicapai bersama.
“Kami berharap revitalisasi lahan ini tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi terus berkembang. Petani sejahtera, Indonesia maju, dan swasembada pangan dapat terwujud," kata Nazilatur optimis.
Revitalisasi lahan di Desa Moncek Timur kini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani mampu menciptakan perubahan positif bagi masa depan pertanian Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....