Bijak Ber-medsos Agar Perbedaan Beragama Tidak Memicu Konflik

  • 25 Nov 2025 10:06 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Di tengah meningkatnya gesekan identitas keagamaan di ruang digital, PdM. Fredy Budiharto dari Gereja Pantekosta, Sumenep, mengajak anak muda menjaga komunikasi lintas agama dengan penuh penghormatan. Keberagaman tidak seharusnya menciptakan jarak sosial, melainkan membuka jalan untuk persahabatan yang semakin dewasa.

"Prinsipnya kita ini harus menerima dulu yang namanya perbedaan. Nah, gak mungkin kita bisa berkomunikasi kalau kita itu gak bisa menerima perbedaan tersebut," ujarnya pada RRI, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, komunikasi dua arah hanya berjalan efektif jika setiap pihak saling menghargai pendapat orang lain tanpa menghakimi. Pendeta Fredy mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menghambat perhatian tulus dan kesediaan mendengarkan secara penuh.

Pendeta Fredy Budiharto mengingatkan anak muda untuk lebih berhati-hati dalam aktivitas bermedia sosial terkait isu agama. Ia menyebut unggahan provokatif dapat memicu konflik besar meski berasal dari candaan atau opini spontan.

"Sebaiknya, kita itu harus bisa berpikir dulu sebelum kita memposting sesuatu.Kenapa? Karena ada dampaknya kelak, ya kan? Kalau kita memposting yang baik pasti kita pikir oh ini pasti dampaknya baik," katanya.

Ia menilai budaya posting dulu berpikir belakangan menjadi pemicu terbesar munculnya kesalahpahaman antar pengguna media digital. Anak muda sering tidak mempertimbangkan dampak emosional maupun sosial dari konten yang mereka unggah.

Untuk menyampaikan keyakinan pribadi, ia menyarankan agar anak muda fokus membagikan pengalaman spiritual tanpa menjelekkan keyakinan orang lain. Tujuannya bukan memenangkan perdebatan, melainkan berbagi perjalanan iman tanpa memaksa atau mempermalukan pihak berbeda.

Dalam penutup, ia mengajak generasi muda menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu demi masa depan bangsa. Ia mengibaratkan kaum muda sebagai tiang bangunan yang harus sejajar kokoh agar Indonesia tetap berdiri teguh dalam keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....