DKPP Sumenep Dukung Optimalisasi Lahan Pertanian Tumpang Sari
- 21 Nov 2025 12:47 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep ; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep terus mendorong inovasi pertanian berkelanjutan melalui gerakan tanam padi di lahan marginal.
Pada kegiatan yang digelar di Poktan Kertoraharjo, Dusun Pengilen, Desa Kerta Timur, Kecamatan Dasuk, Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid bersama Danramil, Kapolsek Dasuk, serta para penyuluh pertanian melakukan tanam padi dengan metode optimalisasi lahan di bawah naungan pohon mente.
Inovasi ini menjadi bentuk tumpang sari padi–mente yang dinilai efektif meningkatkan produktivitas area yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
Program tersebut memanfaatkan lahan tidak produktif dengan dukungan irigasi perpompaan, sehingga area yang sebelumnya dianggap marginal kini dapat diolah menjadi lahan sawah.
Para petani terlihat antusias mengikuti gerakan tanam ini, mencerminkan besarnya harapan dan manfaat yang mereka rasakan atas hadirnya program optimalisasi lahan dari pemerintah.
Kepala DKPP Sumenep melalui KJF Penyuluh Pertanian DKPP Sumenep, Dewo Ringgih menjelaskan, inovasi ini merupakan upaya nyata mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

“Pemanfaatan lahan-lahan marginal melalui tumpang sari padi di bawah pohon mente menjadi terobosan penting. Dengan dukungan irigasi perpompaan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi petani,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Ia menegaskan bahwa DKPP terus mendorong penyuluh untuk kreatif dalam mengembangkan model pertanian yang mampu menambah produksi beras sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami ingin inovasi penyuluh benar-benar berdampak. Ketika lahan terbuka dan produktivitas meningkat, otomatis luas baku sawah bertambah dan produksi beras di Kabupaten Sumenep ikut naik,” ujarnya menambahkan.
Para petani yang mengikuti kegiatan ini juga merasa sangat terbantu, terutama karena program tersebut membuka peluang peningkatan indeks pertanaman (IP) dari yang semula tidak berproduksi menjadi satu kali tanam, bahkan dua kali tanam dalam setahun.
Optimalisasi lahan dengan irigasi perpompaan terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap perluasan areal tanam dan peningkatan produksi padi.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani, DKPP Sumenep optimistis inovasi ini dapat diterapkan di lebih banyak kecamatan.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....