Pendampingan Intensif Penyuluh Pertanian, Hasilkan IP300 di Sapeken

  • 11 Nov 2025 19:40 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep ; Wilayah kepulauan yang dikenal memiliki keterbatasan sumber daya, justru mampu menunjukkan capaian luar biasa di sektor pertanian. Di Dusun Paliat, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, hamparan sawah seluas 12 hektar berhasil mencapai Indeks Pertanaman (IP) 300, atau setara dengan tiga kali tanam padi dalam setahun.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa wilayah kepulauan yang jauh di ujung Timur Kabupaten Sumenep juga memiliki potensi besar dalam mendukung swasembada pangan. Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif para penyuluh pertanian, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang ada di daerah tersebut.

Koordinator Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, mengungkapkan, bahwa temuan di lapangan ini menjadi kejutan positif bagi pihaknya. Menurutnya, capaian IP 300 di wilayah kepulauan merupakan hal yang jarang terjadi.

“Kami semula beranggapan wilayah kepulauan, khususnya di Sapeken, hanya mampu mencapai IP 100, maksimal IP 200. Namun ternyata, ada satu hamparan sawah seluas 12 hektar di Paliat yang mampu mencapai IP 300. Ini benar-benar di luar prediksi kami,” ujar Dewo Ringgih, Selasa (11/11/2025).

Dewo menjelaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para petani yang didampingi oleh penyuluh pertanian di Kecamatan Sapeken di bawah koordinasi Pak Tawil. Dengan strategi pengelolaan lahan yang baik dan efisiensi pemanfaatan air, para petani mampu mengolah lahan mereka hingga tiga kali tanam dalam setahun.

“Kuncinya ada pada pendampingan yang berkelanjutan dan kemampuan masyarakat memanfaatkan sumber daya yang ada. Penyuluh hadir di tengah masyarakat, membimbing petani agar tetap produktif meskipun berada di wilayah terpencil,” ujarnya menambahkan.

Menurut Dewo, capaian ini menunjukkan bahwa pertanian di wilayah kepulauan memiliki peluang besar untuk berkembang, asalkan dilakukan dengan pendekatan yang tepat dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

“Potensi luar biasa ini membuktikan bahwa program swasembada pangan tidak hanya bisa diwujudkan di daratan, tetapi juga di pulau-pulau terpencil seperti Sapeken,” ucapnya dengan tegas.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep berkomitmen untuk terus memperkuat peran penyuluh di wilayah kepulauan. Agar capaian serupa bisa diperluas ke daerah lain, demi mewujudkan Sumenep yang mandiri pangan dan berdaya saing di sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....