Wujudkan Ketahanan Energi Nasional, SKK Migas Jabanusa Gandeng Media
- 08 Okt 2025 19:46 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Dalam suasana hangat Forum Lokakarya Media yang digelar di Semarang, Rabu (8/10/2025), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Jabanusa kembali menegaskan betapa strategisnya peran wilayah Jabanusa dalam menopang produksi migas nasional. Acara ini menjadi ruang berbagi pandangan antara SKK Migas dan insan media tentang arah dan tantangan industri hulu migas di masa depan.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, memaparkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan pada neraca perdagangan minyak yang mengalami defisit. Kondisi ini terjadi karena konsumsi dalam negeri yang jauh lebih tinggi daripada kemampuan produksi nasional, dan berdampak langsung pada beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di tengah situasi tersebut, gas bumi disebut masih menjadi salah satu keunggulan utama Indonesia sekaligus energi transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. “Gas bumi masih menjadi keunggulan Indonesia dan akan terus dibutuhkan sebagai energi transisi. Walaupun proporsi minyak dalam bauran energi menurun, kebutuhan secara volume justru terus meningkat. Ini tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” ujar Anggono.
Kontribusi wilayah Jabanusa terhadap capaian produksi nasional juga terlihat cukup signifikan. Hingga saat ini, produksi minyak dari wilayah tersebut tercatat sebesar 178.969 barel per hari (BOPD) dari total nasional 244 ribu BOPD. Sementara produksi gas mencapai 676 MMSCFD dari total nasional 1.040 MMSCFD. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Jabanusa memegang peran penting dalam menopang target produksi migas nasional yang dicanangkan pemerintah.
Dalam paparannya, Anggono juga menekankan pentingnya komunikasi publik dalam memperkuat pilar ketahanan energi nasional. Menurutnya, industri hulu migas perlu dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi serta pengembangan masyarakat. Ia menilai media berperan vital sebagai jembatan komunikasi antara industri, pemerintah, dan publik, agar tercipta pemahaman dan kepercayaan yang seimbang.
SKK Migas Jabanusa bersama KKKS pun terus mempererat kemitraan dengan insan media melalui berbagai kegiatan seperti advetorial, lokakarya, uji kompetensi wartawan, hingga dukungan sponsorship. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas narasi positif tentang upaya peningkatan produksi migas, keberhasilan yang telah dicapai, serta dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Menutup kegiatan, Anggono menegaskan komitmen SKK Migas dalam menjaga transparansi dan integritas melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001. Ia berharap, kemitraan yang solid antara SKK Migas, KKKS, dan media dapat terus mendorong tercapainya target produksi migas nasional, memperkuat ketahanan energi, serta menghadirkan komunikasi publik yang akurat dan edukatif menuju masa depan energi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....