Bandara, Cermin dan Mesin Uang Negara
- 25 Mei 2026 17:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
.
Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)
DUNIA penerbangan internasional masih terus berpaling kepada dua raksasa maskapai terbaik, Emirates dan Singapore Airlines. Rivalitas keduanya menggugah inspirasi banyak hal, tata kelola perusahaan unggul, dukungan pemerintah, peran bandara pendukung, hingga efek ganda beragam potensi ekonomi dan wisata.
Bandara modern Singapura misalnya, tampil jauh melebihi takdir dasarnya sebagai sekadar terminal. Ia telah menjadi entitas ekonomi yang penting, bahkan menjelma sebagai ‘mesin uang’ negara.
Emirates identik dengan Bandara Dubai, ibu kota Uni Emirat Arab, sedangkan Singapura dikenal luas dengan Bandara Changi. Hebatnya kedua bandara itu, Dubai dan Changi, juga bersaing sebagai bandara penghubung (hub) antarbangsa yang dominan.
Terbang dari arah manapun, pesawat berbagai maskapai selalu singgah di sana. Popularitasnya melebihi bandara-bandara lama yang sudah lebih dulu masyhur sebagai terminal Eropa, seperti Heathrow (London, Inggris), Frankfurt am Main (Jerman), Charles de Gaulle (Prancis). Bahkan bandara besar di benua Amerika seperti John F Kennedy (New York) dan O’Hare (Chicago) pun harus rela tergeser.
| Baca juga: Ke Mana Perginya Hi-Tech Kita? |
Faktor utama keunggulan Dubai dan Changi adalah letak geografinya. Dubai persis di belahan tengah bumi, menghubungkan jaringan penerbangan super padat di Eropa, sebagian Afrika dan jalur lompatan menuju Benua Amerika lewat Samudra Atlantik.
Sedangkan Changi tak kalah strategisnya. Negeri kecil Singapura membuktikan mampu membangun reputasi hebat melalui kerja sama Singapore Airlines dan Changi International Airport, di bawah asuhan BUMN Temasek Holding. Changi berada di belahan timur bumi, menghubungkan Asia, Australia, dan menyeberang ke Hawaii serta benua Amerika via Samudra Pasifik.
Skytrax lembaga pemeringkat layanan pesawat terbang dan bandara, 2026 ini lagi-lagi masih memilih Changi sebagai bandara terbaik dunia. Ini gelar ke-14 bagi Changi, berkat fasilitasnya yang luar biasa, layanan imigrasi tercepat, dan pengalaman bersantap terbaik di dunia.
Skytrax memuji Changi memiliki kualitas yang sangat tinggi dan konsisten di seluruh fasilitas dan layanan stafnya. Jewel Changi Airport menjadi destinasi multidimensi yang dipenuhi dengan atraksi yang menginspirasi, didukung konsep ritel dan kuliner yang unik.
Tiga dari empat terminal Changi meraih peringkat bintang lima sempurna. Terminal 1 meraih 4,5 bintang berkat adanya area yang berinteraksi langsung dengan pelanggan di bandara.
Kini sedang dikembangkan proyek besar Changi East, terminal baru berkapasitas total dari 90 menjadi 140 juta penumpang per tahun. Landasan pacu ketiga juga diperpanjang untuk menampung pesawat lebih besar, masih ditambah 25 mil jalur taksi baru. Area bandara ini terus melebar hampir seperempat luas daratan Singapura.
Asia Tumbuh Pesat
Begitulah, sejumlah bandara unggul lainnya di dunia kini menjadi laboratorium manajemen modern. Bandara tak lagi tempat naik-turun pesawat. Ia sebuah entitas baru yang menyajikan keterhubungan ekonomi antarwilayah dan antarnegara. Bandara modern kini menjadi garda depan cermin dan etalase Negara, pariwisata, perdagangan, dan beragam jasa.
Menariknya, sederet bandara di Asia berhasil tumbuh pesat. Menjadi penantang baru bandara klasik Eropa dan Amerika. Kita melihat Jepang, Korea, dan Hongkong sebagai model. Coba lihat daftar 10 bandara terbaik dunia 2026 versi Skytrax, peringkat pertama sampai keenam dikuasai Asia.
Setelah posisi teratas Changi (Singapura), disusul Incheon (Korea Selatan), Haneda (Jepang), Hong Kong, Hamad (Qatar), dan Narita (Jepang). Sementara posisi 7-10 diisi bandara Charles de Gaulle (Prancis), Schiphol (Belanda), Munich (Jerman), dan Zurich (Swiss).
Bandara Incheon Seoul dikenal sebagai bandara paling ramah keluarga. Bandara Haneda Tokyo memenangi kategori terbersih, domestik terbaik, dan terbaik untuk fasilitas aksesibilitas.
Sederet bandara lainnya mencatat progres mengesankan, antara lain Paris Charles de Gaulle sebagai bandara terbaik Eropa, Roma Fiumicino, Istanbul, Munich, Vancouver, dan LaGuardia New York. Tiga bandara mendapatkan peringkat bintang lima sempurna tahun ini. Ketiganya juga berada di Asia, yaitu Fukuoka di Jepang, Haikou Meilan di Tiongkok, dan Shanghai Hongqiao.
Ada pula penghargaan bandara dengan “Peningkatan Terbaik” di dunia mencerminkan peningkatan kualitas kinerja di banyak kategori terbaik selama 12 bulan terakhir. Terpilih Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, yang terbaik 2026, disusul Fukuoka di peringkat kedua, dan Taoyuan Taipei di posisi ketiga.
Bandara Hamad, di Doha Qatar, dijuluki sebagai gerbang udara paling mewah yang pernah ada di muka bumi. Dengan luas area mencapai lebih dari 600 ribu meter persegi, bandara ini memiliki ikon "Lamp Bear", patung beruang raksasa berwarna kuning.
Bangunannya futuristik dan artistik. Fasilitas pendukung ada hotel bintang lima, fasilitas spa dan kolam renang dalam ruangan. Pada 2021 Hamad meraih gelar World’s Best Airport. Tahun ini Qatar absen penilaian disebabkan krisis Teluk.
Peringkat Soekarno-Hatta
Skytrax 2026 menetapkan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, di peringkat ke-22 dunia, meningkat dari posisi ke-25 pada tahun sebelumnya. Sedangkan Bandara I Gusti Ngurah Rai baru berada di peringkat 67 dalam World Top 100 Airports 2026, pada ajang World Airport Awards yang diselenggarakan Skytrax di London.
Penilaian melibatkan penumpang acak dari lebih dari 100 negara, dengan periode survei Agustus 2025 hingga Februari 2026. Penilaiannya mencakup aspek layanan proses check-in, kedatangan, transit, area komersial, keamanan, imigrasi, hingga pintu keberangkatan.
Bandara Soekarno-Hatta oada 2024 masih berada di peringkat ke-28, meningkat ke peringkat ke-25 pada 2025, dan kini mencapai 22 dunia. Berbagai pengembangan layanan yang mendukung pencapaian ini antara lain upaya mempercantik Terminal 3, pengoperasian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F, serta revitalisasi Terminal 1C yang memadukan konsep modern dengan sentuhan budaya khas Indonesia.
Bandara ini juga mencatatkan sejumlah prestasi dalam World Airport Awards 2026 antara lain Peringkat kedelapan Bandara Terbaik di Asia (naik dari peringkat kesembilan) dan peringkat kedua kategori Best Airport 2026: 60 to 70 Million Passengers.
Kemudian, masuk Top 10 kategori Best Airport Staff in Asia 2026 dan masuk Top 10 kategori World’s Best Immigration Service 2026. Juga peringkat 10 Best Airports Staff in Asia 2026 kategori World’s Best Airport Immigration Service 2026. Targetnya menembus 10 besar bandara terbaik dunia pada tahun 2029, sekaligus meraih Airport Council International (ACI) Customer Experience Accreditation Level 5.
Semangat menjadikan Soekarno-Hatta sebagai bandara modern berkelas dunia, selayaknya melibatkan manajemen unggul didukung Negara. Seperti Temasek Holding, Danantara harusnya juga bisa. Itulah yang telah dibuktikan Emirates dan Singapura.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....