Meretas Jalan Terjal Indonesia Emas
- 01 Jan 2026 10:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
MEMASUKI tahun baru 2026, kita dihadapkan pada tantangan serius meretas jalan terjal menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan manusia warga bangsa itulah tujuan setiap negara.
Cara mengukurnya didasarkan pada tiga dimensi dasar: umur panjang dan sehat (harapan hidup), pengetahuan (melek huruf, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah), dan standar hidup (pendapatan perkapita) yang layak.
Tahun 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,90, meningkat 0,88 poin atau 1,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 75,02. Jakarta menempati posisi teratas sebagai provinsi dengan IPM tertinggi, dengan nilai 85,05.
Posisi kedua DI Yogyakarta sebesar 82,48, diikuti Kepulauan Riau dengan 80,53 sebagai provinsi teratas dari luar Jawa. Ketiga provinsi ini berstatus IPM sangat tinggi di atas angka 80. Kalimantan Timur dan Bali menempati peringkat keempat dan kelima dengan selisih tipis, 79,39 dan 79,37.
Urutan atas berikutnya tercatat provinsi Sumatra Barat nilai 77,27, Banten 77,25, Sumatra Utara di posisi delapan 76,47. Untuk Pulau Sulawesi catatan terbaik diperoleh Sulawesi Utara dengan IPM 76,32. Mencermati deretan angka ini tampak Pulau Jawa rata-rata masih lebih tinggi.
| Baca juga: Ke Mana Perginya Hi-Tech Kita? |
Jakarta selalu memimpin provinsi dengan IPM tertinggi mulai tahun 2022 dengan 82,77. Meningkat tahun berikutnya menjadi 83,55 dan tahun 2025 naik sebesar 0,9 poin dari tahun sebelumnya yang 84,15.
Secara nasional, nilai IPM Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Berawal tahun 2020 IPM tercatat 72,81, menjadi 73,16 pada 2021. Tahun 2022 mencapai 73,77, tahun 2023 menembus 74,39 dan 75,02 pada periode berikutnya.
Tantangan Berat
Tak sederhana mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, karena salah satu indikator krusialnya adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Berdasarkan data United Nations Development Programme (UNDP), nilai IPM Indonesia masih berada di angka 0,71 di tahun 2022. Ini peringkat 6 di Asia Tenggara dan urutan ke 113 dunia.
Di Asia Tenggara saja kita masih jauh dari capaian negeri terkecil Singapura (0,95) dan Brunei Darussalam (0,82). Negeri jiran Malaysia pun cukup tinggi di posisi ketiga (0,81), disusul Thailand (0,80), Vietnam (0,73), dan Indonesia (0,71).
Tanpa SDM yang berkualitas dan kompetitif, bonus demografi kita bisa menjadi boomerang. Kegagalan itu bisa berupa tingginya pengangguran, ketimpangan sosial dan ekonomi (rasio gini), dan beragam masalah pelik lainnya.
Kini di tahun 2025 IPM Indonesia sudah mencapai 75,90 (kategori tinggi), naik 0,88 poin dari 75,02 di 2024. Capaian itu didorong peningkatan umur harapan hidup, pendidikan, dan pengeluaran. Komponen utama peningkatan itu adalah naiknya Umur Harapan Hidup (UHH) menjadi 74,4 tahun, Harapan Lama Sekolah (HLS): 13,3 tahun, Rata-rata Lama Sekolah (RLS): 9 tahun, dan Pengeluaran Riil Per Kapita: Rp 12.802.000 per tahun.
Meski sudah jauh meningkat, posisi Indonesia di Asean masih bertahan di peringkat 6 di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di bawah Indonesia terdapat Filipina, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste. Skor Indonesia ternyata juga masih rendah dibanding rata-rata global yang nilainya 0,739, sehingga kita masuk peringkat ke-112 dari 193 negara dunia.
Kita juga masih menghadapi kesenjangan antarprovinsi tertinggi dan terendah yang sangat jauh. Di satu sisi, DKI Jakarta memimpin dengan IPM tertinggi 85,05, yang digolongkan “sangat tinggi”.
Di sisi lain, Provinsi Papua Pegunungan mencatatkan IPM terendah dengan skor 54,91, masih berada dalam kategori “rendah”. Perbedaan lebih dari 30 poin mencerminkan ketimpangan itu. Akibatnya Papua Pegunungan berdiri sendiri sebagai satu-satunya provinsi yang masih berada di kategori rendah.
Bisa Hidup 74 Tahun
Sumber BPS juga mencatat rata-rata orang dewasa hanya lulusan SMP. Bila dihadapkan pada Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) pada tahun 2025 naik menjadi 13,3, artinya seorang anak berusia 7 tahun saat ini memiliki harapan pendidikan hingga jenjang Diploma 1 (D1). Namun realitasnya masih jauh, karena rata Lama Sekolah penduduk berusia 25 tahun baru mencapai 9,07 tahun atau setara dengan SMP.
Indikator yang membaik tahun 2025 lalu berada pada angka harapan hidup. Manusia Indonesia rata-rata kini punya harapan bisa hidup 74,47 tahun, peningkatan sebesar 0,32 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi cermin perbaikan kualitas kesehatan, akses layanan medis, dan gizi yang lebih baik.
Kabar baik selama lima tahun terakhir menurut data BPS adalah Umur Harapan Hidup meningkat dari 73,37 tahun menjadi 74,47 tahun; Harapan Lama Sekolah dari 12,98 menjadi 13,30 tahun; Rata-rata Lama Sekolah dari 8,48 menjadi 9,07 tahun; dan pengeluaran riil per kapita dari Rp11,013 juta menjadi Rp12,802 juta per tahun.
Mari kita tengok Jepang, salah satu negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Data WHO pada tahun 2022 saja rata-rata umur penduduk Jepang di atas 84 tahun. Wanita acapkali hidup lebih panjang, berkat pola makan sehat, budaya hidup aktif, hingga dukungan sosial yang kuat.
Mereka rutin makan ikan, sayuran, kacang-kacangan, dan produk kedelai yang kaya akan omega-3, serat, dan protein nabati, baik untuk kesehatan jantung dan otak. Porsi makannya cenderung sedikit, rendah lemak dan rendah gula, mencegah penyakit mematikan seperti obesitas, jantung, dan diabetes.
Lanskap kota dan sistem transportasi publik dirancang agar orang lebih banyak berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya. Meski murah-meriah dan sederhana, jalan kaki menghasilkan kesehatan jangka panjang.
Satu hal penting lainnya, masyarakat Jepang memegang teguh falsafah hidup “ikigai”, yakni kecintaan dan loyalitas pada pekerjaan, merawat hubungan sosial dan hobi, dalam lingkup keluarga maupun komunitas.
Manusia Ikigai cenderung hidup seimbang, lebih bahagia, lebih sehat, dan memiliki harapan hidup lebih panjang. Adakah kita merawat falsafah hidup yang menghasilkan umur panjang?

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....