Sergapan Global Vietnam

  • 27 Nov 2025 09:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

‘COMING FROM BEHIND’ itu istilah sepak bola saat pemain yang tak terkawal, muncul dari garis belakang langsung menyergap dan menikam gawang lawan. Itulah yang dilakukan Vietnam dalam gerakan senyap, menyambar Tiongkok di gelanggang persaingan industri mobil baterai. Meski kekuatan tunggalnya belum setara Tiongkok, setidaknya Vietnam negeri yang baru merdeka 1972, mampu hadirkan mobil baterai melampaui kita.

Laporan Bloomberg, Pham Nhat Vuong, orang terkaya di Vietnam dan pendiri Vin-Group, siap menginvestasikan seluruh hartanya untuk menggapai mimpi besarnya di industri kendaraan listrik. Melalui perusahaan rintisannya, VinFast Auto Ltd., Vuong bertekad menjadikan negaranya sebagai pemain utama di pasar global mobil listrik.

Tiba-tiba saja di banyak kota besar kita bertebaran taksi warna hijau toska. Mengejutkan, karena Vinfast datang di saat bisnis taksi sudah terkubur lama, digilas taksi swasta online yang nir-regulasi.

Bahkan raksasa taksi seperti Blue Bird kewalahan menghadapi maraknya mobil dan sepeda motor yang berubah jadi taksi berbiaya rendah. Berikutnya, taksi resmi di bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta maupun Juanda di Surabaya, sekalipun mereka diproteksi ketat, sempoyongan juga. Era taksi konvensional yang bermodal besar, kini tinggal kenangan.

Taksi online mobil maupun motor juga telah membunuh angkutan umum seperti bemo, angkot, pete-pete, bajaj, dan yang sejenis. Banyak pelaku usahanya yang rata-rata keluarga kecil, kehilangan mata pencaharian. Aset kendaraannya mangkrak, dijual pun tidak ada pembelinya.

Di tengah lanskap bisnis taksi yang suram ini, Vietnam memetik peluang di antara berbagai merek mobil listrik Tiongkok.

Bukankah ongkos terbanyak taksi konvensional adalah bahan bakar bensin? Pengemudi taksi takut berkeliling mencari penumpang, karena cara itu buang-buang bensin. Alih-alih pulang bawa sisa uang, mereka malah seringkali tercekik ‘kurang setor’. Artinya para pengemudi benar bekerja, tetapi menimbun utang.

Persaingan Global

Badan Energi Internasional (IEA) memprediksi pasar kendaraan listrik akan terus tumbuh meski ada ketidakpastian ekonomi. Mereka memperkirakan penjualan mobil listrik global akan mencapai 17 juta unit pada 2024, meningkat 21 persen dibandingkan tahun 2023. IEA merekomendasikan harga yang terjangkau adalah kunci pertumbuhan di masa depan.

VinFast sebagai pendatang baru di pasar global langsung bersaing dengan raksasa industri ini, seperti Tesla, Hyundai, BYD, Wuling, dan lain-lain. Tidak hanya menyasar Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara, VinFast berani berekspansi ke pasar Amerika Serikat yang dikuasai Tesla, dan pasar India pemilik merk besar Tata.

Ekspansi ini butuh adaptasi terhadap aturan pemerintah setempat, serta infrastruktur yang tersedia. Belum lagi menghadapi tantangan terkait teknis kendaraan, kondisi iklim, dan persaingan harga.

Majalah TIME memasukkan Vinfast sebagai perusahaan berpengaruh di dunia. Ia merancang sebuah ekosistem yang komprehensif untuk menguasai pasar kendaraan listrik global.

Vinfast membangun infrastruktur produksi di berbagai Negara di luar Vietnam untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya. Bisa dibayangkan berapa besar dananya. Bahkan Tesla dan Hyundai saja tidak cukup masif membangun infrastruktur pendukungnya.

Kompetisi berikutnya adalah harga mobilnya. Salah satu produk unggulannya adalah model mini e-SUV VF 3. Diluncurkan 2023, sedan kompak ini dalam tiga hari mencatat 27.649 pemesanan.

Ini rekor baru dalam sejarah industri otomotif Vietnam. VinFast berdiri 2017, memiliki pabrik manufaktur otomotif canggih dengan tingkat otomatisasi 90 persen berlokasi di Hai Phong, Vietnam.

Misinya “Sustainable future for everyone” yang bertujuan menginspirasi pelanggan Indonesia untuk menjadi bagian transportasi yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Bertambah Lagi

Dari Tiongkok datang meramaikan persaingan, Changan yang dikenal sebagai "Pabrik Cerdas Digital" (Changan Digital Intelligent Factory) yang mengintegrasikan AI dan jaringan 5G pada sistem produksinya. Di sini Changan menggandeng Indomobil untuk merakit mobil listriknya di pabrik Purwakarta.

Changan mengintegrasikan lebih 800 perangkat cerdas, 1.400 robot, dan 650 AGV (Automated Guided Vehicle) untuk meningkatkan efisiensi. Kapasitas produksi tahunan sekitar 280.000 kendaraan energi baru (NEV), menekan efisiensi hingga 20 persen.

Proyek kolaborasi Changan Automobile, China Unicom, dan Huawei ini menggunakan panel surya untuk memenuhi sebagian kebutuhan energinya. Berbeda dengan pabrikan Tiongkok lain yang mengimpor utuh mobilnya, Changan langsung merakit lokal kendaraannya di sini.

Andrew Nasuri selaku Direktur Indomobil Group menegaskan, dua mobil hasil rakitan Indomobil yang akan meluncur: Changan Deepal 07 dan Lumin EV.

Tak pelak medan persaingan mobil listrik hari ini sudah telanjur dikuasai Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Bagaimana kita bisa mengejar ketinggalan, menembus dan ikut bersaing dengan gagah. Akankah kita kembali puas sebagai penonton, pengagum, dan pembeli setia?

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....