Malaysia Ingin Rebut ‘Ibu Kota Durian’ Asia
- 14 Jul 2026 12:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Buah durian kian diperebutkan sebagai ‘brand’ negara dan hanya tumbuh di kawasan tropis Asia Tenggara.
- Durian memukau jutaan penduduk dunia setelah mencoba rasanya.
- Malaysia hanya menyumbang 5 persen dari volume ekspor durian global, tapi terus mengembangkan industri duriannya.
.
Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)
BAGAIKAN mutiara, buah durian kian diperebutkan sebagai ‘brand’ negara. Hanya tumbuh di kawasan tropis Asia Tenggara, durian memukau jutaan penduduk dunia setelah coba rasanya. Ada yang merasa asing dengan aromanya, hingga mual dibuatnya. Namun sebagian besar justru melumat dagingnya dengan mata terpejam oleh kelezatannya.
Pohon durian tersebar luas di Asia Tenggara, dengan pusat keanekaragaman di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Durian pun menyebar luas ke Malaysia, Thailand, Vietnam, dan berbagai tempat di dataran Indochina. Durian termasuk dalam genus Durio yang memiliki sekitar 30 spesies, dan hanya sembilan yang menghasilkan buah lezat.
Spesies paling populer dan banyak diperdagangkan di pasar internasional adalah Durio zibethinus, asli Kalimantan. Kalimantan sendiri menjadi wilayah dengan keanekaragaman spesies durian tertinggi di dunia, yakni mencapai 18 dari total sekitar 20 spesies yang ada di Indonesia. Lebih 300 varietas juga ada di Thailand dan lebih dari 200 di Malaysia.
Nama "durian" menurut Oxford English Dictionary, pertama kali digunakan bahasa Inggris pada 1588. Varian historisnya meliputi durion, duryoen, duroyen, durean, dan dorian.
| Baca juga: Euforia Lebaran dan Terkurasnya Tabungan |
Nama salah satu spesies tipenya yakni Durio zibethinus, berasal dari bahasa Italia zibetto (musang), karena bau buahnya mirip bau binatang penyuka buah kopi ini.
Indonesia memiliki lebih dari 100 varietas durian, dan 55 varietas/jenis durian berhasil dibudidayakan. Hingga 2005 terdapat 38 kultivar unggul yang telah dikukuhkan, di di antaranya; 'Gapu ' dan ‘Kelud’ dari Puncu, Kediri bijinya kempis dengan daging tebal; 'Ligit' dari Kutai Kalimantan Timur; 'Mawar' dari Long Kutai; 'Ripto' dari Trenggalek; 'Salisun' dari Nunukan; 'Sememang' dari Banjarnegara; 'Tong Medaye' dari Lombok, NTB; 'Bentara' dari Kerkap, Bengkulu Utara; 'Bido Wonosalam' dari Jombang; 'Perwira' dari Simapeul, Majalengka; 'Petruk' dari Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Jepara; 'Bawor' dari Banyumas; 'Bagong' dari Klaten; 'Semar' dari Semarang; 'Arjuna' dari Ngawi; 'Soya' dari Ambon Maluku.

Malaysia Gigih
Tak ada buah yang popularitasnya mengalahkan durian. Malaysia pun berniat merebut status durian sebagai simbol budaya dan ekonomi negaranya, dengan meresmikan Kuala Lumpur Durian Experience Centre (KLDEX). Ini sebuah destinasi durian terpadu pertama dan terbesar di Asia.
Sejak 1934 Malaysia memiliki daftar varietas yang diberi nama dan nomor kode yang dimulai dengan "D". Kode-kode ini banyak digunakan di seluruh Asia Tenggara pada 2021, terdapat lebih dari 200 varietas terdaftar. Banyak kultivar unggul diidentifikasi melalui kompetisi yang diadakan di pameran pertanian, hortikultura, dan agrowisata Malaysia tahunan.
Musang King (D197) ditemukan 1980-an, ketika seorang pria bernama Tan Lai Fook dari Raub, Pahang, menemukan pohon durian di Gua Musang, Kelantan. Durian ini memiliki daging berwarna kuning cerah keemasan, versi D24 atau mashur disebut Durian Sultan. Ini adalah varietas yang populer dan diandalkan Malaysia.
Malaysia ingin mengubah pengalaman menikmati durian menjadi sebuah perjalanan penemuan sejarah, budaya, dan identitas Melayu. Kantor berita Bernama menyebut dengan luas sekitar 1.900 meter persegi, KLDEX menggabungkan area pameran, teater interaktif, zona pengalaman, restoran, toko, dan zona pendidikan, yang menceritakan kisah berabad-abad tentang "raja buah-buahan". Pusat ini merupakan salah satu daya tarik utama dalam kampanye Tahun Pariwisata Malaysia 2026.
KLDEX menyerupai museum kenangan karena Setiap varietas durian ditampilkan asal-usul sejarahnya. Setiap segmen membawa cerita. Lebih dari 200 varietas durian terdaftar di sini, termasuk Musang King dan Black Thorn, yang terkenal di seluruh dunia terutama di pasar Tiongkok.
Malaysia juga meluncurkan Festival Durian Malaysia 2026 sebagai simbol budaya dan pariwisata nasional; menghubungkan seluruh rantai nilai industri, termasuk petani, bisnis ekspor, entitas pariwisata, organisasi budaya, dan kreator konten. Pendiri KLDEX menyebut Malaysia ingin membangun sistem dokumentasi komprehensif tentang kisah di balik varietas durian terkenalnya.
Hutan Durian Terbesar
Indonesia memiliki desa Durenan, di Trenggalek, Jawa Timur. Sebuah hutan durian terbesar di Asia Tenggara seluas 650 hektare, sudah lama menjadi destinasi utama para pemburu durian. Hutan ini kaya akan varietas durian lokal yang jarang ditemukan di tempat lain.
Pengunjung dapat mengikuti tur berkeliling, mempelajari proses penanaman dan panen, serta mencicipi durian segar langsung dari pohonnya. Sering diselenggarakan festival durian yang menarik wisatawan.
Selain Trenggalek, Medan dan Bali juga menawarkan pengalaman tur durian yang menarik. Medan terkenal dengan durian Ucok yang legendaris.
Tak kalah gigih, Thailand sebagai salah satu negara penghasil durian terbesar di dunia, menobatkan desa Chanthaburi sebagai pusatnya. Dikenal sebagai ‘Ibu Kota Durian”, Chanthaburi memiliki perkebunan durian yang luas dan beragam, termasuk bintangnya durian Monthong, Chanee, dan Kradum.
Kota ini juga mengadakan festival durian tahunan yang menampilkan durian berkualitas tinggi dan berbagai produk olahannya. Di Bangkok terdapat ‘Baiyoke Sky Hotel Fruit Buffet’ di lantai 18, atau ‘Durian Papa Durian Cafe’ di Tha Maharaj, menawarkan suasana santai populer bagi para pecinta durian.

Di Johor Bahru, Malaysia terdapat Old Tree Musang King Durian, sebuah tempat yang terkenal dengan durian Musang King berkualitas tinggi. Vietnam juga memiliki perkebunan durian, terutama di daerah dataran tinggi Central, seperti Dak Lak dan Lam Dong.
Meski tidak sepopuler di Thailand atau Malaysia, durian Vietnam menawarkan rasa yang unik, yang dipengaruhi oleh iklim dan kondisi tanah setempat. Di Filipina, durian tumbuh subur di wilayah Mindanao, khususnya di Davao. Kota ini dikenal sebagai ‘Ibu Kota Durian" Filipina, dengan perkebunan durian yang luas dan unik.
Grand View Research (GVR) menyebut durian populer di negara Barat melalui kuliner lintas budaya dan blog makanan, seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Tiongkok memimpin dalam impor dan ekspor, sedangkan Thailand memimpin daftar negara penghasil. Thailand menguasai pasar terbesar Tiongkok yaitu 40 persen.
Meski Malaysia hanya menyumbang 5 persen dari volume ekspor durian global, negara ini terus mengembangkan industri duriannya. Sejak September 2020, durian Malaysia diimpor 22 negara dan menawarkan varietas durian termahal - Musang King bersaing dengan Monthong dari Thailand. Dua varietas asing inipun sudah berhasil ditanam di Indonesia.
Dulu Malaysia pernah ingin merebut Reog Ponorogo, batik, tari kecak, tari pendet, wayang kulit, gamelan. Kini ia menempatkan durian sebagai ‘brand’ negaranya. Berjuang keras merebut takhta ‘Ibu Kota Durian’ Asia. Bagaimana dengan kita?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....