JUMAT hingga Minggu besok, Sirkuit Mandalika di Pulau Lombok akan kembali diriuhkan gelegar knalpot Akrapovic. Mandalika menjadi saksi gelaran seri ke-18 akhir pekan ini, setelah GP Jepang di Motegi. Mandalika tidak lagi menentukan juara dunia, sebab Marc Marquez sudah memastikannya di Jepang.
Pesona persaingan masih akan tersaji di perebutan posisi dua dan tiga, antara Alex Marquez versus Francesco Bagnaia. Alex mengoleksi 340 poin dan Bagnaia tertinggal di 274 poin.
Dalam lima seri tersisa, Bagnaia masih punya kans merebut posisi adik Alex Marquez. Peluang yang sama dimiliki Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing yang mendulang 242 poin atau hanya terpaut 32 poin dari Bagnaia. Mandalika juga akan menjadi saksi Marc Marquez bersama tim Ducati Lenovo merayakan gelar juara dunia MotoGP 2025.
Di atas itu semua, kita boleh berharap pesona tersaji tahun depan di balapan FIM Moto3 World Championship. Di sana pembalap muda binaan Astra Honda Racing Team, Veda Ega Pratama, anak Gunung Kidul Yogyakarta, ikut berlaga.
Moto3 musim 2026 akan dijajal Vega yang berhasil menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Beberapa talenta muda kita potensial membalap di Moto3, adalah Doni Tata, Mario Suryo Aji. Yang sekarang masih membalap di Moto3 adalah Fadillah Arbi Aditama.
Pembalap asal Bulukumba Sulawesi Selatan, Andi Farid Izdihar atau lebih dikenal dengan nama Andi Gilang, juga pernah membalap di Moto3 sebelum pindah ke ASB1000 Asia Road Racing Championship.
| Baca juga: Anak Bawang Penjebol Gawang |
Veda Pratama sudah pegang tiket membalap di Moto3, meski usianya tahun depan baru 17 tahun. Syarat usia di Moto3 itu 18 tahun, namun ia mendapat hak istimewa karena prestasinya di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Jika berhasil, Vega binaan Astra Honda Racing Team, bisa naik ke level Honda Team Asia.
Tanpa Suzuki dan Kawasaki
Balapan Moto GP musim 2025 diikuti 11 tim dengan 12 corak motor berbeda yang tampil di lintasan. Dua merk Jepang yang pernah mashur, Suzuki dan Kawasaki tetap belum tampil. Suzuki mundur karena alasan finansial dan mengalihkan fokus ke pengembangan kendaraan listrik.
Johan Mirr tahun 2020 pernah melambungkan Suzuki jadi juara dunia, berbekal mesin konvensional empat silinder segaris. Bukan mesin berkonfigurasi V.
Sedangkan Kawasaki beralasan memilih ajang World Superbike (WorldSBK) karena perbedaan regulasi dan biaya yang lebih menguntungkan. World Superbike melombakan motor bermesin 1.000 cc yang relatif masih standar dan layak digunakan di jalan raya. Bergabung di musim perdana MotoGP modern pada 2002, Kawasaki resmi keluar tahun 2009.
Biaya tinggi operasional tim MotoGP per musim setara dengan 170-250 an miliar rupiah. Ini mencakup pengembangan motor, gaji pebalap, dan logistik lomba. Selama berkompetisi di MotoGP, prestasi terbaik Kawasaki adalah podium kedua 2005, pencapaian itu tak seimbang dengan investasinya.
Sedangkan di balap World Superbike (WSBK) Kawasaki dominan dan meraih banyak gelar juara. Produk Kawasaki lebih banyak berbasis produksi massal.
| Baca juga: Publik Ragu Brasil Berhasil |
Prestasi Honda pun sempat merosot sejak ditinggal Marc Marquez yang hengkang ke Ducati. Kini tim pabrikan Honda mengandalkan pebalap muda asuhan Valentino Rossi, Luca Marini, dan pebalap eks Suzuki Joan Mir. Keduanya akan memacu motor Honda RC213V keluaran terbaru 2025, di bawah manajer tim: Alberto Puig
Membosankan
Merk motor yang akan berlomba masih tetap lima yaitu, Ducati, Yamaha, Honda, KTM, Aprilia. Itupun ada beberapa tim satelit yang banyak memilih motor Ducati, menyebabkan kompetisi teknologi motor balap kurang bervariasi.
Pilihan ban juga hanya ke Michelin atau Pirelli. Knalpot pun seragam Akrapovic, meski ada SC-Project, Yoshimura, dan Scorpion. Keseragaman teknologi penunjang ini, ditopang skill membalap yang rata-rata piawai, MotoGP kalah atraktif dibandingkan WorldSBK.
Kebosanan diungkapkan Kevin Schwantz salah seorang legenda MotoGP juara dunia 1993. Dia lebih tertarik pada WorldSBK yang kompetisi teknologinya lebih beragam, dan aksi pebalapnya yang atraktif.
Hasil akhirnya sulit diduga, meskipun dua nama seringkali dominan, Toprak Razgatlioglu dan Nicolo Bulega. Toprak saat ini membela tim BMW dan juara bertahan. Dia layak naik kelas membalap di MotoGP tahun depan membela Pramac Yamaha.
Tentu publik masih merindukan penampilan Marc Marquez yang atraktif dan eksplosif. Meski sudah meraih gelar 2025 pasti tak mau dipecundangi lawan. Sejak kecelakaan parah di Jerez 2020, cedera parah membuatnya absen semusim penuh.
| Baca juga: Pilih 'Influencer' atau Humas? |
Musim 2021 hingga 2023 Marquez berjuang dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih. Ditambah masalah pada motor Honda yang tak kompetitif, kejayaan Marquez di ambang tamat.
Akhir 2023 Marquez meninggalkan Repsol Honda, tim yang melambungkannya selama satu dekade.
Ia bergabung dengan Gresini Racing pada 2024, menggunakan motor Ducati satelit.
Baru pada musim 2025 inilah Márquez resmi bergabung dengan Ducati Lenovo Team. Performa Ducati Desmosedici GP25 menyatu dengan kemampuan balapnya yang sulit tertandingi.
Adiknya, Alex Marquez kini membuntuti prestasinya bersama Gresini Racing. Kemenangannya di Motegi Jepang, menambah koleksi gelarnya menjadi tujuh, yaitu 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2025.
Alhasil banyak manfaat kita petik melalui gelaran ini. Mandalika dipuji Valentino Rossi sebagai sirkuit yang menawan karena disisir bukit dan laut yang indah. Efek ganda ekonomi pun seketika mengguyur Pulau Lombok sebagai destinasi wisata dunia.
Tak puas hanya sebagai penonton, tahun depan kita ingin saksikan Vega Pratama atau rekannya naik kelas start di Moto2, WorldSBK, bahkan mungkin di MotoGP. Saat itulah kita benar-benar merayakan ‘Unjuk Pesona Mandalika!’

Penulis: T.Suwarsono (Praktisi Media)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....