Anak Bawang Penjebol Gawang
- 18 Jun 2026 13:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PIALA Dunia adalah industri kejutan. Dulu hanya 32 negara yang boleh lolos, sekarang 48.
- Begitulah sejarah Piala Dunia membuktikan underdog sering menghadirkan drama tak terduga.
- Tim Eropa, Amerika Latin, dan Asia sering kalah duel udara dan kedodoran saat dipaksa mengejar bola terobosan yang butuh sprint.
.
Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)
PIALA Dunia adalah industri kejutan. Dulu hanya 32 negara yang boleh lolos, sekarang 48. Tak heran bermunculan tim baru yang masih asing di telinga Anda, khususnya Curacao (Amerika Tengah), Kepulauan Cape Verde (Afrika), Haiti, dan Uzbekistan. Para debutan ini disambut gembira, tetapi juga akan jadi sarang gol tim-tim besar di penyisihan grup. Kita boleh saja menyebut mereka ‘underdog’, anak bawang, si penggembira, dan sebagainya. Bersama mereka terdapat sejumlah tim yang juga acap kali diremehkan; Qatar, Pantai Gading (negeri Didier Drogba), Aljazair, Yordania, dan Selandia Baru.
Tanjung Verde (Cape Verde) menyandang kejutan besar setelah menahan Spanyol 0-0 pada laga debut mereka di Grup H. Inilah negara terkecil kedua di turnamen (penduduk kurang dari 600.000 jiwa). Tim ini berhasil mematahkan 27 tembakan maut penyerang Spanyol berkat penampilan gemilang kiper Vozinha yang mengeblok tujuh tembakan kencang. Sedangkan Curaçao adalah tim negara terkecil dengan hanya 185.000 penduduk, dilatih bintang veteran Belanda, Dick Advocaat. Mirip Indonesia, timnas Curacao banyak diperkuat pemain keturunan Belanda.
Kejutan lain juga ditandai hadirnya 14 negara mayoritas Muslim yang lolos. Dikutip dari ‘Seasia Stats’, ke-14 negara itu adalah Aljazair, Bosnia dan Herzegovina, Mesir, Iran, Irak, Pantai Gading, Yordania, Maroko, Qatar, Arab Saudi, Senegal, Tunisia, Turki, dan Uzbekistan. Kehadiran mereka menunjukkan semakin kuatnya daya saing negara Muslim di level tertinggi sepak bola dunia.
Maroko menjadi salah satu contoh paling menonjol. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, tim berjuluk Atlas Lions itu mencetak sejarah sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang berhasil menembus semifinal Piala Dunia. Kehadirannya menggusur tim kuat Italia, Polandia, Denmark, Chile, dan Nigeria yang roboh di babak kualifikasi zona. Sedangkan timnas Nigeria berjuluk ‘Elang Niger’ tumbang oleh negeri liliput Benin dan Afrika Selatan di kualifikasi Zona Afrika Grup C.
Pantai Gading pun pernah menumbangkan Prancis 2-1 saat berlaga uji coba di Nantes 2026. Dan kita selalu berdebar menunggu sabetan taji Asia melalui Jepang dan Korea Selatan. Samurai Biru Jepang telah sukses menggasak raksasa Brasil, Inggris, dan Jerman. Pun Korsel berhasil membendung Jerman.
Begitulah sejarah Piala Dunia membuktikan underdog sering menghadirkan drama tak terduga. Maroko misalnya di edisi 2022 berhasil menembus semifinal, mengalahkan beberapa tim kuat seperti Spanyol dan Portugal sepanjang turnamen. Dan kemarin pada laga pembuka Grup C 2026, Maroko menahan imbang Brasil 1-1 melalui gol Ismail Saibari yang disamakan Vinicius Jr. Di Grup C ini pula Haiti menahan Skotlandia 0-0.
Tampak sekali beberapa tim Afrika dan Karibia rata-rata berbadan gempal, tangguh, dan mampu berlari secepat cheetah atau sprinter Usain Bolt dari Jamaika. Sementara tim Eropa, Amerika Latin, dan Asia sering kalah duel udara dan kedodoran saat dipaksa mengejar bola terobosan yang butuh sprint. Tinggi tubuh mereka rata-rata 178–189 cm. Bermain sama baiknya dalam ‘man marking’ saat bertahan maupun total menyerang.
Produksi tendangan ke gawang sangat tinggi, itu pun banyak dilepas dari garis 30 meter! Sungguh sebuah laga serba cepat, menggelegak, melebihi gaya ‘kick and rush’ Inggris.
Para Wonderkid
Kejutan berikutnya ditandai kiprah para pemain muda (wonderkid), anak bawang dari negara yang tidak terlalu diunggulkan. Didukung pembinaan usia muda yang masif, mereka datang ke turnamen tanpa beban dan berhasil menggeser generasi senior sekelas Messi, Ronaldo, Kylian Mbappe, Sadio Mane.
Tampilan memukau disematkan kepada Lamine Yamal, sayap kanan Spanyol. Di usianya yang baru 18 tahun, pesona bintang Barcelona ini akan bersaing dengan Endrick (Brasil), penyerang berusia 19 tahun yang memiliki kekuatan fisik dan insting tajam mencetak gol.
Ada pula Gilberto Mora (Meksiko), wonderkid tuan rumah yang baru berusia 17 tahun dan menjadi salah satu pemain termuda di turnamen ini. Dari Argentina ada Nico Paz, gelandang serang berusia 21 tahun yang tampil luar biasa dan menjadi motor serangan di Serie A.
Turki menghadirkan Can Uzun, penyerang berusia 20 tahun yang impresif di Bundesliga Jerman. Inggris menampilkan Nico O'Reilly, gelandang muda Manchester City.
Aksi Lamine Yamal di timnas Spanyol jadi salah satu yang ditunggu-tunggu. Kali ini wonderkid Barcelona itu punya potensi kuat membawa Spanyol ke puncak tertinggi.
Yamal telah berkontribusi besar membawa La Furia Roja menyabet trofi Euro 2024. Lini serang Spanyol akan diwarnai kelihaian menggiring bola Yamal dari sayap kanan. Ia didampingi Pau Cubarsi yang lebih tua satu tahun dari Yamal di garis pertahanan. Cubarsi akan berduet dengan Aymeric Laporta di garis pertahanan.
Pemain muda Jerman Lennart Karl akan berusia 18 tahun 109 hari pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Karl yang kini membela Bayern Munchen telah memainkan 40 pertandingan musim 2025/2026. Kontribusinya sembilan gol plus delapan asis. Di tim senior Jerman, Karl diturunkan menghadapi Swiss, Ghana, dan Finlandia.
Wonderkid Senegal, Ibrahim Mbaye berusia 18 tahun masih membela Paris-Saint Germain (PSG) dan baru saja berpesta usai menjuarai Liga Champions. Pada musim ini, Mbaye yang beraksi di sayap kanan sudah mengemas 10 caps dan tiga gol.
Pantai Gading menghadirkan bintang belia, Yan Diomande, 19 tahun, bermain di RB Leipzig. Dari 36 laga ia mencetak 13 gol dan 10 asis. Seketika harga kontrak barunya melejit sekitar Rp1,5 triliun.
Beredar di Jerman
Sederet pemain muda lainnya menurut Sport Illustrated banyak bermain di Jerman. Terdapat nama Joao Neves (Portugal), Arda Guler (Turki), Aleksandre Pavlovic (Jerman), Ibrahim Maza (Aljazair) - 20 tahun, gelandang serang Bayer Leverkusen yang banyak mendapatkan pujian di Jerman.
Dari Benua Australia tampil Nestory Irankunda, 20 tahun, pemain sayap Watford pindahan dari akademi Bayern Munchen. Timnas Australia sudah menuai hasil kerjanya yakni 5 gol dari 13 caps.
Kerim Alajbegovic memperkuat Bosnia dan Herzegovina, baru berusia 18 tahun, penyerang sayap RB Salzburg siap menusuk dari kiri atau kanan dengan tendangan sama baiknya. Rekannya bermain di sayap adalah Esmir Bajraktarevic, 21 tahun, sayap PSV Eindhoven.
Tim ini akan sangat berbahaya karena memiliki skuad perobek gawang yang haus gol. Bajraktarevic mencuat di Eredivisie bersama PSV musim ini, menyumbangkan 10 gol untuk klubnya.
Dari Ghana muncul Kojo Peprah Oppong, 21 tahun, bek tengah Nice. Kojo akan menjaga pertahanan bersama Mohammed Kudus dan Antoine Semenyo. Di bawah arahan pelatih Carlos Queiroz, Kojo disiapkan jadi pilar timnas Ghana.
Akan halnya Pantai Gading, negeri penyerang buas Chelsea Didier Drogba, menghadirkan Bazoumana Toure, 20 tahun, sayap klub Hoffenheim Bundesliga. Tubuhnya kecil, tapi sigap bergerak di sayap kiri. Kelincahan dan kecerdikannya bisa sangat menajamkan serangan Pantai Gading.
Masih ada lagi harapan di pundak Johan Manzambi (Swiss) - 20 tahun, gelandang Freiburg; Can Uzun (Turki) - 20 tahun, gelandang Frankfurt; Noahkai Banks (Amerika Serikat) - 19 tahun, bek tengah Augsburg; Abbosbek Fayzullaev (Uzbekistan) - 22 tahun, sayap Istanbul Basaksehir; dan timnas Amerika mengandalkan Christian Pulisic, Giovanni Reyna, Weston McKennie, Sergino Dest, Tyler Adams, yang mulai menembus klub top Eropa.
Timnas AS belum pernah secerah ini, sebelumnya pernah gagal total lolos ke Piala Dunia 2018 meski hampir mengalahkan tim Belgia yang bertabur bintang.
Percayalah, tidak pernah ada tim dan anak muda yang rela disebut ‘anak bawang’. Mereka bertekad merobek semua gawang, tak pandang siapa kiper bekennya.
Mereka bagaikan anak singa yang tidak gentar melawan singa-singa besar Eropa dan Amerika Latin. Peduli amat dengan skor. Kalah hanyalah vitamin perjalanan, sedangkan kemenangan harga pantas perjuangan!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....