76 Karhutla Terjadi di Kota Sorong, Asap TPA Makbon Perburuk Kualitas Udara
- 07 Okt 2026 14:16 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong mencatat 76 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan 92 titik api sejak 21 Juli hingga 3 Oktober 2026.
Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin D. Sasabone, S.T., M.M., mengatakan karhutla tersebut berdampak terhadap lahan seluas kurang lebih 132 hektare dengan penggunaan air untuk pemadaman mencapai 448 ribu liter.
“Total luas terdampak karhutla di Kota Sorong kurang lebih 132 hektare. Penggunaan air untuk melakukan pemadaman sebanyak 448 ribu liter,” kata Herlin, Rabu (7/10/2026).
Ia menyebut hampir seluruh dari 10 distrik di Kota Sorong telah mengalami karhutla. Dalam beberapa waktu terakhir, kejadian paling banyak terjadi di Distrik Sorong Utara.
Kerugian akibat karhutla hingga saat ini diperkirakan mencapai Rp315 juta.
Herlin juga menyampaikan kondisi kualitas udara Kota Sorong berdasarkan informasi BMKG berada pada kategori tidak sehat, sehingga masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.
Menurutnya, peningkatan kabut asap dalam beberapa hari terakhir turut dipengaruhi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makbon yang hingga Rabu masih dalam proses pemadaman.
“Di atas sudah padam, tetapi di bawah tumpukan sampah masih ada bara-bara yang terus menyala dan menimbulkan asap,” ujarnya.
Pemadaman TPA Makbon melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Papua Barat Daya, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sorong, Damkar Kodim 1802, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, serta dukungan mobil tangki air dari instansi terkait.
Herlin mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, limbah maupun lahan terbuka secara sembarangan. Ia juga meminta aparat kepolisian menindak oknum yang dengan sengaja melakukan pembakaran untuk memberikan efek jera.
“Kami juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah, pembakaran limbah, atau dengan sengaja melakukan pembakaran untuk lahan-lahan terbuka,” katanya.
BPBD Kota Sorong saat ini masih menetapkan status siaga darurat karhutla dan kekeringan hingga Desember 2026. Status tersebut diberlakukan karena kondisi kebakaran masih dapat ditangani dengan upaya penanggulangan yang tersedia.
Herlin menambahkan, BPBD juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat terkait untuk mendapatkan dukungan mobil tangki air, baik untuk pemadaman karhutla maupun distribusi air bersih kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....