Kasus ISPA di Kabupaten Sorong Tembus 9.200 Kasus, Dinkes Perkuat Kewaspadaan
- 05 Okt 2026 14:38 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sorong telah mencapai sekitar 9.200 kasus sejak Januari 2026. Penyakit tersebut menjadi salah satu kasus yang terus dipantau Dinas Kesehatan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Agustinus H. Wabia, SKM., M.Kes., mengatakan pemantauan kasus dilakukan setiap pekan karena ISPA termasuk penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa.
“Kalau secara total sampai dengan hari ini, sejak Januari sudah menembus angka 9.200 kasus ISPA yang datang. Kita pantau itu setiap minggu,” kata Agustinus saat diwawancarai, Senin 5 Oktober 2026.
Berdasarkan pemantauan menggunakan kalender epidemiologi, kasus ISPA tertinggi pada awal tahun tercatat pada minggu pertama Januari dengan sekitar 485 kasus.
Sementara dalam pemantauan beberapa pekan terakhir, kasus kembali mengalami peningkatan. Pada minggu ke-37 tercatat sekitar 312 kasus, kemudian turun menjadi sekitar 280 kasus pada minggu ke-38.
Agustinus mengatakan data untuk minggu ke-39 masih dalam proses pemutakhiran. Pelaporan kasus dilakukan secara berkala oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan data terbaru baru dapat dilihat setelah proses pelaporan selesai.
“Untuk minggu ini datanya sementara masih diproses. Nanti setelah laporan selesai baru kita bisa melihat update-nya,” ujarnya.
Ia menegaskan, angka tersebut masih terus dipantau dan belum dapat langsung disimpulkan sebagai kejadian luar biasa. Penilaian KLB perlu dilakukan dengan membandingkan perkembangan kasus saat ini dengan pola kasus pada periode sebelumnya.
Agustinus menambahkan Dinas Kesehatan, telah melakukan sejumlah langkah pencegahan, mulai dari edukasi kepada masyarakat, pembagian masker hingga meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di puskesmas.
Masyarakat diimbau menggunakan masker, menjaga kondisi tubuh serta menghindari paparan asap yang berlebihan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....