Hari Kesaktian Pancasila, Penguatan Nilai Persatuan di tengah Tantangan Medsos
- 01 Okt 2026 19:45 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat pentingnya memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.
Plt. Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, George Japsenang, mengatakan penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai persatuan dan kesatuan perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal dasar dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.
“Penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai persatuan dan kesatuan perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan. Ini merupakan modal dasar dalam rangka kita menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa dan nilai-nilainya sebagai wawasan kebangsaan,” ujar George, Kamis, 1 Okrober 2026.
Ia menjelaskan, Kesbangpol juga memiliki tugas memfasilitasi organisasi kemasyarakatan, termasuk dalam pembinaan politik dan pendidikan politik bagi masyarakat. Selain itu, upaya mengamalkan nilai-nilai Pancasila diwujudkan melalui pencegahan konflik serta penguatan toleransi dan kerukunan umat beragama. Untuk menjalankan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Ini tentunya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh adat, masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.
George menyebut perkembangan teknologi komunikasi, khususnya media sosial, menjadi salah satu tantangan besar dalam menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat yang beragam.
Menurutnya, media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi dapat menjadi sarana edukasi untuk menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila, namun apabila tidak dikelola secara baik dan cerdas, media sosial juga berpotensi memberikan dampak negatif terhadap generasi muda.
“Tantangan terbesar saat ini adalah pengaruh teknologi komunikasi melalui media sosial. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana yang baik dalam memberikan edukasi terkait nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih cerdas dalam menggunakan media sosial dan menjadikannya sebagai ruang untuk menyebarkan pesan positif, persatuan, kreativitas, serta nilai-nilai kebangsaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....