Pertamina EP Papua Field Dorong Pemuda OAP Masuk Industri Migas, 253 Ikut Seleksi

  • 22 Sep 2026 10:56 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Pertamina EP Papua Field mendorong pemuda Orang Asli Papua (OAP) untuk meningkatkan kompetensi dan mengambil peluang bekerja di industri minyak dan gas bumi (migas).

Upaya tersebut dilakukan melalui program talent candidate yang diikuti sekitar 253 peserta OAP.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., M.A, berlangsung di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong, Selasa 22 September 2026.

Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ir. Ardi. ST. MT. MSi. IPU. Asean Eng., mengatakan program tersebut merupakan upaya perusahaan meningkatkan kompetensi OAP agar siap bekerja di Pertamina maupun perusahaan lainnya, khususnya di sektor migas.

Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ir. Ardi. ST. MT. MSi. IPU. Asean Eng (kanan) bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., M.A, (kiri)

Ardi mengatakan, selama hampir dua tahun bertugas di Papua, dirinya melihat keterlibatan OAP sudah cukup banyak pada posisi operator lapangan. Namun, keterwakilan OAP pada pekerjaan yang membutuhkan kompetensi perencanaan, pembahasan dan pekerjaan teknis lainnya masih perlu ditingkatkan.

“Program ini adalah program upaya pengembangan dan juga upgrade untuk kompetensi dari kawan-kawan kita terutama orang asli Papua,” kata Ardi.

Menurutnya, peserta yang mengikuti seleksi akan menjalani sejumlah tahapan, mulai dari tes tertulis, wawancara hingga pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.

Hasil seleksi tersebut juga akan menjadi database talent candidate Pertamina EP yang dapat digunakan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja sesuai bidang dan kompetensi.

“Dengan harapan, tidak hanya untuk Pertamina, tapi untuk perusahaan mana pun, termasuk utamanya adalah Pertamina, adik-adik kita, terutama orang asli Papua ini siap untuk bisa bekerja di perusahaan-perusahaan mana pun, terutama industri migas,” ujarnya.

Ardi menjelaskan, dari sekitar 250-an peserta yang mengikuti rangkaian seleksi selama dua hari, Pertamina EP pada tahap awal akan merekrut sekitar 25 hingga maksimal 30 orang sebagai tenaga kerja kontrak melalui pihak ketiga.

Peserta yang belum direkrut tidak langsung dinyatakan gugur dari peluang kerja. Data dan hasil tahapan seleksi mereka akan disimpan sebagai bagian dari database talent candidate untuk kebutuhan tenaga kerja berikutnya.

“Yang tidak kita ambil, ini kita keep, kita simpan datanya. Nanti pada saat dibutuhkan lagi, kita akan cek kembali dan kita panggil kembali,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., M.A., mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, langkah Pertamina EP merupakan bentuk pemberian ruang kepada OAP untuk mengakses kesempatan kerja di Tanah Papua.

“Bagi kami di Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, ini adalah sebuah langkah maju yang dilakukan oleh Pertamina EP,” kata Suroso.

Ia menilai program tersebut sejalan dengan semangat Pasal 62 Undang-Undang Otonomi Khusus yang memberikan kesempatan dan prioritas kepada OAP untuk mengakses pekerjaan di Tanah Papua.

Suroso menyebut langkah Pertamina EP sebagai contoh baik yang dapat diterapkan oleh perusahaan maupun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya di sektor migas.

Ia juga mengingatkan para pencari kerja OAP agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius, meskipun pada tahap awal peserta yang lolos akan bekerja sebagai tenaga kontrak melalui vendor.

“Walaupun di awal direkrut sebatas menjadi pegawai melalui vendor, tapi tahun ke sekian peluang itu terbuka dibandingkan tidak bergabung di vendor,” ujarnya.

Suroso berharap program talent candidate Pertamina EP dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi investor serta KKKS lainnya dalam membuka akses kerja bagi OAP di Papua.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....