Permintaan Darah di Sorong Bisa Capai 15 Kantong per Hari
- 21 Sep 2026 13:28 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kebutuhan darah di Kabupaten Sorong masih cukup tinggi. PMI Kabupaten Sorong mencatat permintaan darah dari fasilitas kesehatan dapat mencapai lebih dari 15 kantong per hari jika seluruh permintaan dihitung berdasarkan kebutuhan pasien.
Kepala UDD PMI Kabupaten Sorong, dr. Augustinus Luther, mengatakan kebutuhan darah setiap bulan berada pada kisaran 400 hingga 600 kantong.
“Kalau kita hitung dengan angka permintaannya, itu bisa lebih dari 15 kantong per hari. Tetapi yang keluar rata-rata sekitar 10 kantong,” ujar dr. Augustinus.
Ia menjelaskan, tingginya permintaan tersebut antara lain karena dalam satu kasus pasien, dokter dapat meminta beberapa kantong darah sekaligus. Namun, pemberian darah kepada pasien tidak dapat dilakukan sekaligus tanpa memperhatikan kondisi dan kebutuhan medis pasien.
Augustinus menegaskan, darah yang akan diberikan kepada pasien juga harus melalui sejumlah tahapan sebelum didistribusikan.
Permintaan darah harus berasal dari lembaga kesehatan, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta atau klinik yang memiliki izin untuk melakukan tindakan transfusi darah.
Setelah permintaan diterima, fasilitas kesehatan juga harus menyertakan sampel pasien untuk dilakukan verifikasi.
“Setelah ada permintaan dan disertai sampel yang diverifikasi, maka dilakukan prosedur untuk penyiapan darah tersebut,” jelasnya.
Menurut Augustinus, proses pengolahan darah juga bergantung pada jenis komponen yang dibutuhkan pasien. Darah dapat diberikan dalam bentuk whole blood maupun dipisahkan menjadi beberapa komponen, seperti sel darah merah dan trombosit.
Sebelum darah siap didistribusikan, pendonor terlebih dahulu menjalani proses seleksi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan darah yang diberikan kepada pasien aman dan sesuai dengan standar pelayanan transfusi.
Dalam kondisi sangat darurat, seperti pasien mengalami perdarahan masif, darah dapat dikeluarkan untuk segera diberikan berdasarkan perintah dokter dengan mempertimbangkan kondisi kegawatdaruratan pasien.
“Memang ada prosedur yang harus kita lewati. Kita tidak bisa langsung memberikan darah kecuali dalam keadaan tertentu yang sangat emergensi,” Pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....