H-2 Papeda Summit 2026, Persiapan Capai 95 Persen, 800 Peserta Sudah Terdaftar

  • 31 Agt 2026 18:01 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Persiapan penyelenggaraan Papeda Summit 2026 memasuki tahap akhir. Sejumlah persiapan mulai terlihat di venue utama pembukaan yang berlokasi di Gedung Lambertus Jitmau, Kota Sorong, Senin, 31 Agustus 2026.

Ketua Panitia Papeda Summit 2026 yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST, M. Si turun langsung ke lokasi untuk memantau kesiapan venue sekaligus memastikan berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana.

Di lokasi, sejumlah pekerja terlihat melakukan penataan area kegiatan. Beberapa pengisi acara juga mulai melakukan latihan di sekitar venue sebagai bagian dari persiapan menjelang pembukaan Papeda Summit yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 2 September 2026.

Julian Kelly Kambu mengatakan secara keseluruhan persiapan Papeda Summit 2026 telah mencapai sekitar 95 persen. Lima persen sisanya akan difokuskan pada penyelesaian sejumlah detail teknis sebelum kegiatan dimulai.

“Ya, terkait dengan progres Festival Pembangunan Berkelanjutan, kami sebagai ketua panitia menyampaikan bahwa sampai hari ini 95 persen sudah maksimal. Ada 5 persen yang nanti kita rapikan,” ujar Julian saat ditemui di lokasi, Senin.

Ia menjelaskan, Papeda Summit 2026 mendapat antusiasme cukup tinggi. Hingga saat ini, sekitar 800 peserta telah terdaftar, meski jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena masih adanya permintaan untuk mengikuti kegiatan.

Menurutnya, keterbatasan daya tampung ruangan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan panitia dalam mengatur peserta dan rangkaian kegiatan.

Untuk pelaksanaan, agenda pada 2 September 2026 akan dipusatkan di Gedung Lambertus Jitmau, sedangkan rangkaian kegiatan pada 3-4 September 2026 akan berlangsung di Vega Prime Hotel, Kota Sorong.

Sementara itu, para peserta akan ditempatkan di sejumlah hotel di Kota Sorong, dengan Hotel Aston disiapkan sebagai salah satu lokasi penginapan bagi tamu VIP.

Julian memastikan sejumlah pembicara utama telah menyatakan kesiapannya untuk hadir. Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Pangan. Selain itu, pembicara berasal dari kalangan akademisi Universitas Cenderawasih, Universitas Papua, perguruan tinggi lainnya, serta para mitra pembangunan.

Kehadiran perwakilan pemerintah pusat juga akan memperkuat pembahasan dalam forum tersebut. Di antaranya tiga deputi dari Bappenas, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Kehutanan, serta Direktur Badan Pengelola Dana Lingkungan.

Khusus kehadiran Wakil Menteri Kehutanan bersama Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Hutan Lestari, panitia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyerahan Surat Keputusan Hutan Adat yang berada di wilayah Kabupaten Sorong Selatan.

Julian mengatakan Papeda Summit tidak hanya diarahkan sebagai forum diskusi, tetapi diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Dari semua diskusi nanti kurang lebih ada 100 pembicara. Output ini kita berharap tidak sampai hanya di diskusi-diskusi begitu saja kemudian selesai. Tetapi kami akan mengawal semua diskusi ini dengan merangkum dalam sebuah rekomendasi kebijakan,” katanya.

Rekomendasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Presiden, Wakil Presiden, maupun kementerian terkait sebagai salah satu masukan mengenai pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Ia menjelaskan, konsep pembangunan berkelanjutan yang diusung dalam Papeda Summit mencakup keterkaitan antara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kebijakan. Keempat aspek tersebut dinilai harus berjalan secara selaras dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat adat.

Sejumlah isu strategis juga akan dibahas, mulai dari karbon biru dan karbon hijau, investasi, masyarakat adat, hingga pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

“Papeda itu juga dengan arti makanan pokok keseharian kita. Kita ingin merajut semuanya di dalam satu ruang untuk berdiskusi. Kita mempertemukan ada yang datang dengan ide gagasan, ada yang datang dengan pengalaman, contoh-contoh baik di tempat lain kita diskusikan,” jelasnya.

Papeda Summit 2026 juga menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti rekomendasi para gubernur di Tanah Papua yang sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan di Timika maupun Papua Barat pada Februari 2026.

Julian berharap forum yang untuk pertama kalinya digelar di Tanah Papua ini dapat melahirkan apa yang disebut sebagai “Rekomendasi Sorong” mengenai pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, meskipun enam provinsi di Tanah Papua memiliki pemerintahan dan administrasi yang berbeda, seluruh wilayah tersebut tetap memiliki keterkaitan ekologis sebagai satu kesatuan ekosistem.

Papeda Summit 2026 akan berlangsung selama tiga hari, 2-4 September 2026 di Kota Sorong. Forum ini mempertemukan pemerintah, masyarakat adat, akademisi, mitra pembangunan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....