Dilema Pengelolaan Sampah di Papua Barat Daya
- 22 Agt 2026 15:15 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID,Sorong: Permasalahan sampah sudah menjadi permasalahan global,bahkan di Negara Negara maju sekalipun. Dalam dialog Sorong Menyapa terkait menggugah kesadaran masyarakt dalam mengelola sampah Kamis 20 Agustus 2026. Julian Kelly Kambu selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya mengatakan bahwa masih banyak kesalahpahaman atau belum paham mengartikan TPA.
“Hal utama saja bahwa masih banyak orang mengartikan TPA sebagai Tempat Pembuangan akhir, padahal merupakan Tempat Pengelolaan atau pemrosesan Akhir.dan itu ada undang undangnya yang mengatur nomor 18 tahun 2008, Cuma ya tantangannya juga masalah lahan,bahkan di tingkat lingkungan misalnya dimasing masing kelurahan”,jelas Kelly.
Terkait lalat BSF atau lalat maggot yang saat ini terus diupayakan untuk pengembangan, Kelly mengatakan sudah ada beberapa kelurahan yang mulai mencoba pengembangbiakan lalat maggot sebagai pengurai sampah organik.
“Saya belum lama ke luar kota di wilayah Bantaran Gebang, disana budidaya maggot sudah besar,bahkan bisa menghasilkan turunan tidak hanya pupuk dan pakan ternak,tapi juga lilin aromaterapi , saya juga mau maggot bisa meluas di seluruh wilayah Papua Barat Daya ini, karena sangat menguntungkan, bisa menjadi sumber pendapatan juga untuk masyarakat”, tambah Kelly.
terkait pengelolaan sendiri ada temuan dari pihak Lingkungan Hidup , adanya kasus temuan retribusi hotel yang dobel pembayaran baik kepada pihak ke tiga juga kepada pihak pemerintah.
"Ini ada temuan, contoh ada salah satu hotel,yang mereka bayar kepada pihak ke tiga tapi juga bayar ke pemerintah, setidaknya cukup bayar di satu pintu saja, hal hal ini yang perlu di perjelas supaya transparan,dan bisa dituangkan juga nanti di perda", kata Kelly.
Kedepan, Kelly juga berharap komitmen seluruh pemerintah Kota dan Kabupaten di Papua Barat Daya merumuskan perda yang lebih menguatkan dan mendukung system pengelolaan sampah sekaligus memberi kesejahteraan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....