Momentum HUT RI, Dinkes Papua Barat Daya Perkenalkan PCC Siaga 119

  • 18 Agt 2026 17:19 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya memperkenalkan layanan Province Command Center (PCC) Siaga 119 melalui video penjelasan yang ditayangkan pada akhir upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kawasan Reklamasi Kota Sorong, Senin, 17 Agustus 2026.

Video tersebut menampilkan penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter E. A. Kambu, Sp.OG., Subsp. FER., terkait pentingnya Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dalam mempercepat penanganan pasien kegawatdaruratan.

Dalam penjelasannya, dr. Jan Pieter Kambu menyebut data kasus yang ditampilkan dalam video baru merupakan sebagian dari kasus yang tercatat pada layanan kesehatan. Dari data tersebut, kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 354 kasus, disusul kematian ibu hamil dan anak sebanyak 282 kasus.

Sementara itu, kasus stroke tercatat 25 kasus, serangan jantung 22 kasus, sedangkan kategori sesak napas tercatat nihil. Menurutnya, keberadaan SPGDT sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan keterlambatan dalam proses penanganan pasien gawat darurat.

Ia menjelaskan, terdapat tiga bentuk keterlambatan yang dapat menyebabkan pasien gawat darurat meninggal dunia, yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat merujuk pasien, serta terlambat mendapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan. “Hadirnya PCC Siaga 119 sebagai jawaban dari belum adanya sistem SPGDT di Provinsi Papua Barat Daya,” ujar dr. Jan Pieter dalam video tersebut.

PCC Siaga 119 juga diarahkan menjadi penghubung bagi layanan PSC 119 di tingkat kabupaten dan kota, sehingga dapat berjalan aktif dalam satu kesatuan sistem SPGDT Provinsi Papua Barat Daya. Sistem tersebut berada di bawah pembinaan dan pengawasan PCC Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam video yang ditayangkan, narator menyampaikan bahwa Tim PCC Siaga 119 Provinsi Papua Barat Daya merupakan tim yang baru terbentuk dengan 31 tenaga kesehatan. Tim tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, aman dan profesional dengan mengutamakan keselamatan pasien.

Tantangan geografis Papua Barat Daya yang terdiri atas wilayah kepulauan, dataran rendah hingga pegunungan disebut bukan menjadi penghalang untuk mempercepat pertolongan terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan kegawatdaruratan.

Pelayanan PCC Siaga 119 tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan klinis, tetapi juga keselamatan pasien, ketepatan menentukan fasilitas rujukan serta pelayanan kegawatdaruratan pra-rumah sakit.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya menyampaikan bahwa PCC Siaga 119 saat ini masih dalam proses pemenuhan sarana dan prasarana serta perangkat jaringan pendukung dari Pusat Komando Nasional Kementerian Kesehatan RI.

Melalui layanan tersebut, pemerintah daerah menargetkan penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan cepat, terutama dalam situasi yang membutuhkan pertolongan segera.

Video ditutup dengan seruan bersama Tim Siaga 119 Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya serta pesan bahwa dalam kondisi kegawatdaruratan, setiap detik sangat berharga. “PCC Siaga 119: Satu Komando, Satu Respon, Selamatkan Nyawa.”

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....