Kecam Dugaan Penembakan Warga Maybrat, DPRP Otsus Maria Jitmau Minta Usut Tuntas

  • 14 Agt 2026 21:14 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Anggota DPRP Papua Barat Daya jalur Otonomi Khusus (Otsus), Maria Jitmau menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam dugaan penembakan terhadap tiga warga sipil asal Kabupaten Maybrat. Pernyataan tersebut disampaikan Maria setelah melihat langsung kondisi ketiga korban yang menjalani perawatan di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Ketiga korban masing-masing Silvester Assem, Selfiana Sory dan Anike Fatie. Mereka sebelumnya dievakuasi dari wilayah Maybrat dan tiba di RSUD Sele Be Solu untuk mendapatkan penanganan medis.

Maria mengatakan, sebagai perempuan Maybrat sekaligus anggota DPRP Papua Barat Daya yang mewakili masyarakat melalui jalur Otsus, dirinya prihatin dengan kejadian yang kembali menimpa masyarakat di wilayah tersebut. “Saya rasa prihatin sekali terhadap masyarakat saya. Saya sendiri sudah berkunjung ke rumah sakit melihat langsung, dan ini yang kesekian kalinya terjadi,” ujar Maria.

Ia menegaskan, dirinya belum dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut. Karena itu, Maria meminta aparat keamanan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta sebenarnya. “Saya juga belum bisa mengeluarkan pernyataan bahwa pihak A atau pihak B yang melakukan penyerangan ini terhadap warga masyarakat kami di Maybrat. Tapi kami minta kepada pihak TNI-Polri, diusut tuntas kejadian ini,” tegasnya.

Maria meminta proses pengusutan dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “Kalau bisa terbuka, dan kami juga tahu ini pihak mana yang melakukan hal ini. Mau itu siapa pun yang melakukan, terbuka untuk kami supaya kami juga puas karena ini masyarakat kami, dan kami juga bertanggung jawab kepada mereka,” katanya.

Menurut Maria, persoalan keamanan di Maybrat perlu menjadi perhatian bersama pemerintah dan legislatif. Ia berharap setelah rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia selesai, pemerintah bersama DPRP dapat turun langsung ke Maybrat untuk melihat kondisi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi di Maybrat tetap kondusif, terutama dalam momentum perayaan kemerdekaan. “Ini momen kita menghadapi yang namanya merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun. Kami berharap jangan ada air mata di tanah Papua, terutama kita di wilayah Maybrat yang selama ini dikatakan bahwa daerah zona merah,” ujarnya.

Maria menilai kunjungan langsung pemerintah dan legislatif penting dilakukan untuk mendengar kondisi masyarakat serta mengevaluasi situasi di lapangan. Ia menegaskan, masyarakat Maybrat membutuhkan rasa aman dan kepastian bahwa setiap kejadian yang menimpa warga sipil ditangani secara serius.

“Yang paling penting sekarang menjaga kamtibmas. Setelah 17-an selesai, pemerintah, Bapak Gubernur bersama legislatif segera melakukan kunjungan ke Maybrat,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....