DIANTARA Tanamkan Kesadaran Konservasi kepada Puluhan Siswa di Kofiau-Boo

  • 12 Agt 2026 14:47 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Raja Ampat — Upaya menumbuhkan kesadaran konservasi sejak usia dini terus diperkuat di kawasan konservasi Raja Ampat. Melalui program Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), sebanyak 87 siswa sekolah dasar di Distrik Kofiau diperkenalkan pada pentingnya menjaga ekosistem laut dan darat sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan oleh Dinamika Alam Nusantara (DIANTARA) bersama Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelola Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat, dengan dukungan pendanaan hibah dari Blue Abadi Fund (BAF).

DIANTARA merupakan organisasi yang fokus mengembangkan pendidikan lingkungan dan penyadartahuan konservasi bagi anak-anak maupun orang dewasa sebagai bagian dari strategi pelestarian sumber daya alam di Papua.

Program PLH kali ini menyasar sekolah-sekolah yang berada di dalam Kawasan Konservasi Kofiau-Boo, salah satu dari lima kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil (KKP3K) di Raja Ampat. Kegiatan tersebut juga mendukung implementasi standar pelayanan pengelolaan kawasan, khususnya dalam fungsi pendidikan dan penyadartahuan konservasi.

Kepala BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat, Hasan Makasar, S.Pd., mengatakan pendidikan lingkungan merupakan bagian penting dari pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

“Penyadartahuan konservasi tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dewasa saja, tetapi perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Program PLH yang dilaksanakan DIANTARA menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam mendukung standar pelayanan pengelolaan kawasan, khususnya pada aspek pendidikan dan penyadartahuan,” ujarnya dalam Release Rabu 12 Agustus 2026.

Menurutnya, anak-anak di Kofiau-Boo perlu tumbuh dengan pemahaman bahwa menjaga laut, hutan, dan sumber daya alam merupakan bagian dari identitas sekaligus masa depan masyarakat Raja Ampat.

Hasan menambahkan, penguatan pendidikan lingkungan di kampung-kampung dalam kawasan konservasi merupakan investasi jangka panjang. Generasi muda yang memahami nilai konservasi diharapkan lebih siap menjadi penjaga kawasan di masa depan.

Karena itu, pengelola kawasan berencana membangun kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat untuk mendorong pendidikan lingkungan hidup menjadi muatan lokal di satuan pendidikan di Raja Ampat.

“Dengan demikian, keberlanjutan dan jangkauan program dapat semakin luas,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan PLH diikuti oleh 87 siswa dari dua sekolah dasar di Distrik Kofiau, Pada 7 Agustus 2026, kegiatan digelar di SD Negeri 37 Mikiran dan diikuti 30 siswa kelas 3 hingga kelas 6. Peserta terdiri atas 12 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki.

Kemudian pada 8 Agustus 2026, kegiatan dilaksanakan di SD YPK Bethel Deer dengan 57 peserta dari kelas 4 hingga kelas 6. Peserta terdiri atas 32 siswa perempuan dan 25 siswa laki-laki.

Wakil Kepala SD Negeri 37 Mikiran, Yushein Ambafen, berharap program PLH dapat terus dilaksanakan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak anak.

“Hal baik ini kiranya dapat berlangsung lagi di masa mendatang sehingga adik-adik dari peserta saat ini juga dapat terpapar PLH. Walaupun Kofiau-Boo merupakan pulau yang jauh dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Halmahera, semangat peduli lingkungan harus tetap menjadi gaya hidup dari generasi ke generasi,” kata Yushein.

Dalam kegiatan tersebut, siswa belajar melalui metode interaktif dan menyenangkan. Mereka diperkenalkan pada fungsi ekosistem pesisir dan laut, pentingnya menjaga terumbu karang dan sumber daya alam, serta berbagai perilaku sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi lingkungan di sekitar mereka.

Sementara itu Edukator DIANTARA, Warda Amir, mengatakan pendidikan lingkungan menjadi fondasi penting bagi generasi muda, khususnya di wilayah kepulauan.

“Pendidikan ini penting sebagai dasar bagi anak-anak usia dini untuk lebih mengenal dan mencintai alamnya. Kami berharap generasi muda Kofiau dapat tumbuh menjadi agen perubahan dan garda terdepan penjaga keberlanjutan ekosistem serta pembangunan berkelanjutan di Raja Ampat,” ujarnya.

Melalui pendidikan sejak dini, DIANTARA bersama para mitra berharap anak-anak Kofiau tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga tumbuh sebagai penjaga masa depan Raja Ampat, salah satu wilayah yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia. (Rls)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....