Bantuan 15 Unit Motor Tempel untuk Nelayan, hingga Kini Belum Terealisasi

  • 11 Agt 2026 10:57 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,Sorong - Lembaga Koperasi Nelayan Tradisional (LKNT) Kota Sorong pertanyakan, terkait bantuan tahun 2025 berupa peralatan yang digunakan para nelayan untuk mencari ikan di tengah laut, hingga kini belum terelisasi terutama motor tempel.

Sekertaris Lembaga Koperasi Nelayan Tradisional (LKNT) Kota Sorong, Caken Pariri. (RRI/NIR).

Hal ini dibenarkan Caken Pariri selaku Sekertaris LKNT Kota Sorong Papua Barat Daya, bahwa hingga berita ini diturunkan bantuan 15 unit motor tempel belum ada sama sekali selain cool box (cooler box).

“Yang kami ajukan itu paket komplit, jadi selain motor tempel, tentunya juga harus ada cooler box,mata kail,jaring dan nilon tapi belum ada sampai sekarang,kalau hanya cooler box dan nilon saja, kami sebagai nelayan pergi melaut menggunakan apa, atau kami berenang saja kah sambil mancing ikan ditengah laut, kira-kira bagaimana ee,”ungkapnya kepada media di Jembatan Puri Kota Sorong Papua Barat Daya, Senin 10 Agustus 2026.

Untuk itu Caken mengharapkan bantuan kepada pemerintah, agar tidak memberi bantuan dengan jumlah terbatas, namun kembali menyusun program yang bisa menjangkau lebih banyak lagi nelayan di Kota Sorong.

“Kalau bisa kedepannya 100 atau 150 unit khusus nelayan di kota ini saja, sebab yang kami bahas ini adalah program tahun 2025, yang telah dibahas bersama Plt. Kadis Perikanan Kota Sorong, Raja Bima,”ucapnya.

Jumlah nelayan yang belum mendapatkan bantuan sampai sekarang, lanjut Caken sekitar 475 orang nelayan dan kalau diminta bukti, dirinya siap memberikan dan membuka data untuk di akumulasi ulang oleh dinas terkait.

Suasana Pasar Ikan di Jembatan Puri (jempur) Kota Sorong PBD. (RRI/NIR).

“Berkisar 475 orang nelayan kami yang masuk anggota koperasi belum mendapatkan bantuan, kalau dari pihak pemerintah mau melihat data, kami siap kasi tunjuk, biar bisa saling koordinasi dan validasi lagi, supaya tidak saling bertentangan kayak begini,”tuturnya.

Sementara itu di tempat terpisah, mantan Plt Kadis Perikanan Kota Sorong, Raja Bima menambahkan jika kebutuhan peralatan nelayan tahun anggaran 2025 tidak sama, sebab beragam yang dibutuhkan setiap nelayan di Kota Sorong.

“Nelayan itu kan permintaan atau kebutuhannya beragam, tidak semua sama, contoh kecil, ada yang hanya butuh jaring atau alat pancing, sebab mereka ini ada yang pakai pancing dan ada juga yang menggunakan jaring ikan,”tandasnya.

Kata Raja, apa yang nelayan butuhkan itu, pemerintah sudah usulkan seperti, mesin motor tempel, cooler box dan jaring ataupun alat pancing, hanya saja kondisi anggaran 2025 di dinas perikanan jumlahnya sedikit.

“Anggaran waktu itu di Dinas Perikanan jumlahnya sedikit dan yang diusulkan tentunya bertahap, tidak serta merta semua langsung terpenuhi,”imbuhnya ketika di konfirmasi di kediamannya.

Diakhir wawancaranya Raja Bima menitipkan pesan kepada Kepala Bidang untuk lebih memperhatikan usulan dari para nelayan di Jembatan Puri (jempur) pada program selanjutnya.

“Saya sudah titip pesan kepada kepala bidang agar memperhatikan usulan nelayan, sehingga di tahap selanjutnya dapat terpenuhi,”pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....