Pertamina Bantah Isu Pajak Mati, Panic Buying Diduga Sebabkan Antrean BBM di Sorong
- 03 Agt 2026 09:12 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, SORONG – PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong meski antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU sejak Minggu (2/8)/2026). Antrean tersebut diduga dipicu aksi panic buying masyarakat akibat beredarnya berbagai isu, termasuk mengenai isu kendaraan dengan pajak mati tidak diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.
Penegasan tersebut disampaikan Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Arif Rohman Khakim, saat menerima kunjungan Pimpinan dan Anggota DPRK Kota Sorong di Fuel Terminal (FT) Sorong, Senin (3/8/2026).
Arif mengatakan, hingga saat ini tidak ada kebijakan yang melarang kendaraan dengan pajak mati membeli BBM di SPBU. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami sampaikan bahwa tidak ada isu kelangkaan BBM di SPBU-SPBU. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tidak menanggapi isu-isu yang belum tentu kebenarannya, seperti kendaraan dengan pajak mati tidak boleh mengisi BBM. Sampai saat ini informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, stok BBM di Fuel Terminal Sorong berada dalam kondisi aman. Persediaan Pertalite dan Pertamax masih mencukupi hingga sekitar 17 hari ke depan, sedangkan Biosolar juga tersedia dan akan kembali mendapat tambahan pasokan melalui kapal yang dijadwalkan tiba pada 4 Agustus.
Menurut Arif, tidak ada pengurangan kuota BBM untuk seluruh SPBU di Kota Sorong. Setiap SPBU reguler tetap memperoleh alokasi sekitar 15 kiloliter per hari dan akan ditambah apabila kebutuhan masyarakat meningkat.
“Tidak ada sama sekali pengurangan kuota di SPBU. Kalau nanti kebutuhan meningkat atau stok di SPBU mulai kritis, kami akan segera melakukan topping up dari depot agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” katanya.
Terkait antrean panjang yang terjadi, Arif menilai kondisi tersebut kemungkinan besar dipicu meningkatnya pembelian masyarakat setelah beredarnya isu mengenai pembatasan pengisian BBM bagi kendaraan yang pajaknya belum dibayar.
“Kita belum tahu pasti penyebabnya. Namun, bisa jadi masyarakat melakukan panic buying karena isu tersebut sehingga antrean membludak di SPBU. Yang pasti kami tegaskan informasi itu tidak benar,” katanya.
Ia juga membantah adanya isu kenaikan harga BBM. Bahkan, Pertamina justru menurunkan harga Pertamax mulai 1 Agustus 2026 dari Rp16.600 menjadi Rp16.300 per liter.
Untuk mempercepat normalisasi pelayanan, Pertamina telah menurunkan tim ke sejumlah SPBU guna membantu mengurai antrean dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
“Kami upayakan secepatnya antrean bisa terurai. Kami juga memastikan stok di setiap SPBU tetap tersedia sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying,” ujarnya.
Sementara itu, Fuel Terminal Manager Sorong, Rachmad Kuncoro Utomo, mengatakan Fuel Terminal Sorong siap mendukung penuh kebutuhan distribusi BBM di wilayah Sorong sesuai permintaan dari fungsi retail Pertamina.
Menurutnya, seluruh produk BBM yang dikelola Fuel Terminal dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan.
“Kami siap mendukung seluruh kebutuhan distribusi BBM sesuai permintaan. Stok yang kami kelola aman sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRK Kota Sorong, John Lewerissa, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai antrean panjang di sejumlah SPBU.
Menurutnya, DPRK ingin memastikan langsung kondisi pasokan BBM setelah Pertamina menyatakan tidak terjadi kelangkaan. DPRK juga akan menelusuri penyebab antrean di lapangan dan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pertamina agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tetap tenang karena pasokan BBM dipastikan dalam kondisi aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....