DPRK Sorong Kawal Penanganan Antrean BBM, Pertamina Jamin Pasokan Mencukupi

  • 03 Agt 2026 08:08 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Pimpinan dan Anggota DPRK Kota Sorong mendatangi PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Sorong, Senin (3/8/2026), untuk memastikan penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Sorong yang terjadi sejak Minggu (2/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya laporan masyarakat terkait dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Ketua DPRK Kota Sorong, John Lewerissa, mengatakan pihaknya berkewajiban merespons keresahan masyarakat dengan meminta penjelasan langsung dari Pertamina mengenai kondisi pasokan BBM di Kota Sorong.

Ketua DPRK Sorong saat baru tiba di Pertamina FT Sorong

“Aspirasi masyarakat yang kami terima berkaitan dengan kelangkaan BBM yang terjadi sejak hari Minggu hingga hari Senin. Karena itu kami datang untuk mendengar langsung penjelasan dari Pertamina,” ujarnya.

Menurut John, berdasarkan penjelasan yang diterima, Pertamina memastikan tidak terjadi kelangkaan BBM. Namun, DPRK tetap akan menelusuri penyebab antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.

“Kami juga harus mengklarifikasi kepada SPBU, kenapa sampai terjadi antrean seperti itu. Sementara depo Pertamina menyampaikan stok aman dan tidak ada kelangkaan. Ini yang akan kami telusuri,” katanya.

Ia menduga antrean tersebut dipicu oleh beredarnya isu mengenai kendaraan yang belum membayar pajak tidak diperbolehkan membeli BBM bersubsidi. Menurutnya, informasi tersebut perlu dipastikan kebenarannya agar tidak terus menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Kalau memang isu itu yang membuat masyarakat berbondong-bondong ke SPBU, tentu harus dicari siapa yang menyebarkannya. Jangan sampai informasi yang belum jelas membuat masyarakat panik,” tegasnya.

Usai meninggalkan lokasi Fuel Terminal, pimpinan DPRK bersama anggota membagi 4 tim untuk meninjau sejumlah SPBU untuk memastikan proses normalisasi distribusi BBM berjalan baik.

John mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat jangan panik dan jangan mudah percaya informasi hoaks. Hari ini sudah mulai dilakukan normalisasi di SPBU dan kami berharap pelayanan kembali berjalan normal,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Arif Rohman Khakim, menegaskan bahwa stok BBM di Kota Sorong dalam kondisi aman dan tidak terjadi pengurangan kuota.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Arif Rohman Khakim saat memberikan penjelasan

“Kami pastikan tidak ada kelangkaan BBM di SPBU. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying dan tidak menanggapi isu-isu yang belum tentu benar,” katanya.

Arif menjelaskan stok Pertalite, Pertamax, dan Biosolar di Fuel Terminal Sorong masih mencukupi, bahkan persediaan Pertalite dan Pertamax mencapai sekitar 17 hari ke depan. Setiap SPBU reguler di Kota Sorong juga tetap memperoleh alokasi sekitar 15 kiloliter per hari dan akan ditambah apabila kebutuhan masyarakat meningkat.

Ia menambahkan, Pertamina telah menurunkan tim ke lapangan untuk membantu mengurai antrean serta memastikan pasokan BBM tetap tersedia di seluruh SPBU.

Senada dengan itu, Fuel Terminal Manager Sorong, Rachmad Kuncoro Utomo, mengatakan pihaknya siap mendukung penuh kebutuhan distribusi BBM di Kota Sorong.

Menurutnya, stok yang dikelola Fuel Terminal berada dalam kondisi aman. Untuk Pertalite dan Pertamax tersedia sekitar 17 hari, sedangkan Biosolar tersedia sekitar tiga hari dengan tambahan pasokan kapal yang dijadwalkan tiba pada 4 Agustus.

“Kami siap mendukung seluruh kebutuhan distribusi BBM sesuai permintaan dari fungsi retail sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....