Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi, Dinsos PBD Dorong 80 Peserta Jadi Agen Perubahan
- 30 Jul 2026 21:22 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Papua Barat Daya mendorong 80 peserta Pelatihan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat Daya, Anace m saat menutup kegiatan yang berlangsung di Hotel M Kriyat, Km 10, Kota Sorong, Kamis 30 Juli 2026.

Anace mengapresiasi seluruh narasumber, panitia, pendamping, serta peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
“Bantuan yang diberikan pemerintah bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi merupakan investasi sosial untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha, memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui pelatihan tersebut pemerintah berupaya memperkuat kapasitas pelaku usaha ekonomi produktif, kelompok masyarakat, dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial agar mampu mengelola bantuan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Anace berharap seluruh ilmu, pengalaman, dan materi yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan dalam pengelolaan usaha masing-masing sehingga memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan ekonomi tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari kemampuan penerima bantuan mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, menciptakan lapangan kerja baru, serta menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat kebersamaan, kerja keras, disiplin, inovasi, dan kejujuran dalam mengembangkan usaha. Dinsos P3A Papua Barat Daya, lanjutnya, akan terus melakukan pembinaan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar bantuan yang diberikan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jadilah agen perubahan di daerah masing-masing. Jadilah pribadi yang mampu menggerakkan masyarakat untuk terus berusaha, bekerja, dan saling membantu dalam membangun ekonomi keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos P3A Papua Barat Daya, Marius Solossa, S.Sos mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan pada 29–30 Juli 2026 dengan melibatkan 80 peserta.

Menurutnya, kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan peserta dalam mengelola usaha ekonomi produktif guna meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan pemerintah di bidang pemberdayaan sosial, manajemen usaha ekonomi produktif, penyusunan perencanaan usaha, hingga pengelolaan keuangan usaha.
Materi disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Sosial, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Jayapura, serta praktisi dan akademisi dari Papua Barat Daya.
Marius menyebut pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. Tingkat kehadiran peserta sangat tinggi dan terjadi peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan usaha.
Selain itu, para peserta juga membangun komitmen untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di Papua Barat Daya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....