Kejuaraan Piala Gubernur PBD Diikuti 320 Pesilat dari Empat Provinsi
- 30 Jul 2026 21:45 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di Gedung GOR Unimuda Sorong, Kabupaten Sorong, Rabu 29 Juli 2026. Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Elisa Kambu sebagai simbol dimulainya pertandingan yang akan berlangsung selama empat hari.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya Hartono, unsur Forkopimda, pengurus KONI, pengurus IPSI, pelatih, atlet, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, tetapi juga warisan budaya bangsa yang mengajarkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, keberanian, penghormatan kepada sesama, serta tanggung jawab.
Menurutnya, olahraga pencak silat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. "Melalui olahraga pencak silat, kita tidak hanya membina kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, jiwa sportivitas, serta semangat persatuan dan persaudaraan di kalangan generasi muda," ujar Elisa Kambu.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul. "Investasi di bidang olahraga adalah investasi untuk masa depan. Dari arena olahraga akan lahir generasi yang sehat, disiplin, berprestasi, dan memiliki jiwa kompetitif yang positif," katanya.
Gubernur juga mengajak seluruh atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas, menghormati keputusan wasit dan juri, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.
"Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan. Yang terpenting adalah memberikan penampilan terbaik, menjaga nama baik diri sendiri, perguruan, daerah, serta terus berjuang dengan semangat dan kehormatan," katanya.
Ia turut memberikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, dan pengurus perguruan pencak silat yang selama ini konsisten membina atlet-atlet muda di Papua Barat Daya. Menurutnya, kejuaraan ini diharapkan menjadi ajang pencarian bibit atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, IPSI Papua Barat Daya, serta Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong yang telah menyelenggarakan kejuaraan tersebut. Ia menilai kejuaraan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurut Marciano, pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia yang memiliki nilai budaya sekaligus menjadi kebanggaan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan atlet harus terus dilakukan melalui kompetisi yang berkualitas.
Ia optimistis olahraga di Papua Barat Daya akan terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua IPSI Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menjelaskan bahwa Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur Papua Barat Daya 2026 diikuti sebanyak 320 atlet yang berasal dari 38 kontingen dari Provinsi Papua Barat Daya, Papua, Papua Barat, dan Maluku.
Menurut Adolof, tujuan utama penyelenggaraan kejuaraan bukan hanya untuk menentukan juara, tetapi juga mempererat persaudaraan antardaerah sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding para atlet.
"Melalui kejuaraan ini, atlet-atlet kita memperoleh jam terbang yang lebih banyak dengan menghadapi lawan dari berbagai provinsi. Dari sinilah akan lahir atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di level nasional," ucap Adolof.
Ia menambahkan bahwa IPSI Papua Barat Daya akan terus menyelenggarakan kompetisi serupa dengan melibatkan lebih banyak daerah di kawasan Indonesia Timur agar kualitas atlet semakin meningkat. Adolof juga mengingatkan seluruh atlet agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan.
"Sekarang sistem penilaian sudah menggunakan teknologi digital sehingga seluruh proses pertandingan berlangsung secara transparan. Karena itu bertandinglah secara jujur, patuhi keputusan wasit dan juri, serta junjung tinggi nilai-nilai pencak silat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....