Dinsos P3A PBD Perkuat Kemandirian 80 OAP lewat Bantuan Pengembangan Ekonomi

  • 30 Jul 2026 09:23 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Daerah Melalui Pemberdayaan Ekonomi dan Fasilitasi Bantuan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Tahun 2026 yang digelar di Hotel M Kyriad Sorong, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, Yakob Kareth, yang membacakan sambutan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa kesejahteraan sosial tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial, tetapi juga dengan membangun kapasitas masyarakat agar mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.

Pj. Sekda Yakob Kareth saat menyematkan tanda peserta.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan strategi penting untuk mengurangi kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Yakob.

Menurutnya, bantuan pengembangan ekonomi yang diberikan pemerintah harus menjadi stimulus bagi masyarakat untuk membangun usaha produktif, bukan sekadar bantuan yang bersifat konsumtif. Pemerintah juga berharap para penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Yakob menambahkan, pembangunan ekonomi di Papua Barat Daya harus mampu menjangkau masyarakat hingga kampung, distrik, dan wilayah kepulauan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat Daya, Anace Nauw, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin sekaligus Ketua Panitia, Marius Solossa, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin sekaligus Ketua Panitia, Marius Solossa saat membacakan laporan panitia.

Sebanyak 80 peserta OAP mengikuti kegiatan tersebut, berasal dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, dan Kabupaten Maybrat, masing-masing 20 orang. Selain menerima bimbingan teknis mengenai manajemen usaha, pengembangan produk, dan pengelolaan keuangan, peserta juga memperoleh fasilitasi bantuan pengembangan ekonomi berupa perlengkapan usaha perkiosan.

“Kami berharap bantuan ini mampu melahirkan pelaku usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga prasejahtera, sekaligus memperkuat peran Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di Papua Barat Daya,” kata Marius.

Melalui program yang didanai APBD Provinsi Papua Barat Daya Tahun Anggaran 2026 tersebut, pemerintah menargetkan tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat serta berkembangnya usaha-usaha produktif yang berkelanjutan di daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....