BMKG Sorong Imbau Warga Waspadai Potensi Karhutla
- 23 Jul 2026 15:33 WIB
- Sorong
Poin Utama
- Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Sorong mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Kota Sorong dan wilayah sekitarnya.
- Kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila terdapat sumber api dari aktivitas manusia.
- Parameter meteorologis menunjukkan adanya peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Barat Daya berdasarkan pemantauan Kepala SPAG Sorong Budi Satria.
RRI.CO.ID, Sorong – Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Sorong mengimbau masyarakat Kota Sorong dan wilayah sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila terdapat sumber api dari aktivitas manusia.
Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Sorong, Budi Satria, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan kondisi atmosfer, cuaca, dan klimatologi, sejumlah parameter meteorologis menunjukkan adanya peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Barat Daya.
"Perlu kami tegaskan bahwa BMKG tidak memprediksi akan terjadi kebakaran. Namun kondisi cuaca saat ini dapat meningkatkan risiko apabila terdapat sumber api dari aktivitas manusia," kata Budi dalam keterangan Pers, Kamis 23 Juli 2026.
Menurutnya, potensi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, menurunnya kelembapan udara pada siang hari, meningkatnya suhu udara akibat penyinaran matahari yang cukup kuat, serta kondisi angin yang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi pembakaran.
Budi menjelaskan, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah tanpa pengawasan, pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga membuang puntung rokok di area semak kering.
Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian II Juli 2026 di Provinsi Papua Barat Daya, terdapat 30 titik pengamatan. Sebanyak empat titik masih mengalami hujan, dua titik masuk kategori HTH panjang atau 21–30 hari, lima titik kategori menengah atau 11–20 hari, empat titik kategori pendek atau 6–10 hari, dan 15 titik kategori sangat pendek atau 1–5 hari.
Sementara itu, hasil pengamatan di Shelter Observasi SPAG Sorong menunjukkan telah terjadi tujuh hari tanpa hujan sejak 17 Juli 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya risiko kebakaran akibat berkurangnya curah hujan.
BMKG juga menggunakan Sistem Penilaian Bahaya Kebakaran (SPARTAN) untuk memantau tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan. Sistem tersebut mampu memberikan peringatan dini mengenai tingkat kemudahan vegetasi permukaan, seperti rumput kering, daun kering, dan ranting kecil, untuk tersulut api berdasarkan kondisi cuaca.
"Hasil pemantauan menunjukkan dalam tiga hari ke depan sebagian besar wilayah Papua Barat Daya memiliki tingkat kemudahan terbakar yang tinggi karena kondisi vegetasi sangat kering. Namun perlu dipahami bahwa kemudahan api menyala bukan berarti dipastikan akan terjadi kebakaran," ujarnya.
Budi mengingatkan, apabila kebakaran terjadi, dampaknya dapat berupa penurunan kualitas udara, meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), berkurangnya jarak pandang, terganggunya transportasi darat, laut, dan udara, hingga kerusakan ekosistem serta meningkatnya emisi gas rumah kaca.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan api unggun dalam keadaan menyala, segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada aparat setempat, serta terus mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
BMKG melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Sorong, memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca, kondisi atmosfer, titik panas (hotspot) melalui satelit, serta perubahan meteorologi dan klimatologi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di Papua Barat Daya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....