DP3A Kabupaten Sorong Selatan Mencatat Penurun Angka Kekerasan Terhadap Anak
- 22 Jul 2026 13:44 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Teminabuan - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya mencatat terjadi penurunan angka kekerasan terhadap anak di Sorong Selatan. Meskipun memiliki SOP dalam menyampaikan data angka kekerasan terhadap anak, namun Plt Kepala DP3A Sipora Hombore pastikan telah terjadi penurunan.
"Tahun ini sudah menurun, kalau kami mau menyampaikan data jumlahnya kami punya SOP sendiri, yang pasti tahun kemarin diatas 20 persen tapi menurun menjadi 15 persen. Kami punya UPTD PPA yang sudah berjalan dan selalu berkolaborasi dengan Polres Sorong Selatan, RSUD Scholoo dan juga Dinas Sosial," katanya di Teminabuan, Rabu, 22 Juli 2026
Sipora mengatakan, masyarakat memiliki peran aktif dalam melaporkan aksi kekerasan yang terjadi dilingkungan keluarga bahkan di lingkungan tempat tinggal. DP3A hanya memiliki fungsi dalam pencegahan melalui sosialisasi, namun kekerasan terhadap perempuan dan anak akan ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
"Ketika mengalami kekerasan harus melaporkan baik didalam keluarga maupun disekitar tempat tinggal karena kita tidak bisa jalan untuk mencari kasus kekerasan itu. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bidang perlindungan perempuan dan perlindungan anak tahun 2023 sudah beralih ke UPTD PPA," ujarnya
Setelah menerima pengaduan masyarakat, UPDT PPA segera menindaklanjuti laporan tersebut kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA). DP3A juga memanfaatkan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sebagai sarana sosialisasi terkait pecegahan kekerasan dan perundangan.
"Ketika hari ini terjadi kekerasan, hari ini juga laporan itu sudah kami kirim ke Kementerian lewat SIMFONI PPA. Melalui MPLS ada beberapa sekolah itu mengundang kami untuk memberikan materi terkait pecegahan kekerasan dan bullying mulai dari TK sampai SMA," ucapnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....