Program ADik Belum diserap maksimal, Kadis Pendidikan Soroti Mutu Pendidikan

  • 22 Jul 2026 15:11 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, mengungkapkan belum Maksimalnya penerima Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) 2026 bukan semata-mata disebabkan kurangnya sosialisasi, tetapi juga dipengaruhi kualitas pendidikan di daerah.

Menurut Adolof, Pemerintah Provinsi telah melakukan sosialisasi kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota melalui kepala dinas pendidikan. Selanjutnya, sosialisasi diharapkan diteruskan hingga ke tingkat SMA.

"Ke depan kita akan terus meningkatkan sosialisasi. Di provinsi kami sudah melakukan sosialisasi kepada kepala-kepala dinas kabupaten/kota dan kami berharap diteruskan sampai ke sekolah-sekolah," ujarnya.

Namun, ia menegaskan rendahnya jumlah peserta yang lolos juga dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari keterbatasan guru, sarana dan prasarana pendidikan, hingga kesejahteraan tenaga pendidik.

"Bisa jadi gurunya kurang, sarana-prasarananya kurang, atau kesejahteraan guru belum memadai sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan optimal. Faktor-faktor itu ikut memengaruhi kualitas lulusan," katanya.

Adolof menjelaskan pemerintah pusat sebenarnya telah menyediakan kuota yang cukup besar bagi mahasiswa asal Papua Barat Daya.

Namun banyak calon mahasiswa tidak memenuhi persyaratan akademik, terutama nilai rapor semester lima dan enam yang menjadi dasar seleksi perguruan tinggi.

"Perguruan tinggi yang terakreditasi A dan B tentu melakukan seleksi berdasarkan kualitas akademik. Mereka tidak bisa menerima begitu saja karena juga mempertahankan akreditasi kampusnya," jelasnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah kabupaten/kota memanfaatkan dana Otonomi Khusus (Otsus), khususnya alokasi 30 persen untuk sektor pendidikan, guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

"Kita berharap dana Otsus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan sehingga ke depan kuota yang diberikan pemerintah pusat dapat terpenuhi," ungkapnya.

Diketahui Penerima Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) 2026 Provinsi Papua Barat Daya, dari sekitar 755 peserta yang mengikuti seleksi, hanya sekitar 249 orang yang diterima dalam program tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....