BP3OKP Soroti Informasi Program ADik Belum Menjangkau Semua Daerah

  • 22 Jul 2026 13:39 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat Daya, Otto Ihalauw, menilai rendahnya realisasi kuota Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bukan karena kemampuan akademik anak-anak Papua, melainkan karena informasi mengenai program tersebut belum tersampaikan secara merata hingga ke masyarakat dan sekolah.

Hal itu disampaikan Otto menyikapi rendahnya serapan kuota program afirmasi pendidikan tinggi di sejumlah kabupaten dan kota di Papua Barat Daya. Dari sekitar 755 peserta yang mengikuti seleksi, hanya sekitar 249 orang yang diterima dalam program tersebut.

"Saya yakin dan percaya anak-anak Papua memiliki kemampuan intelektual yang luar biasa. Mereka pasti bisa lulus. Persoalannya mungkin informasi ini belum sampai kepada masyarakat," ujar Otto.

Ia mengatakan pemerintah pusat telah memberikan kesempatan besar melalui kuota afirmasi, namun peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya penyebarluasan informasi di tingkat kabupaten, sekolah, hingga masyarakat.

Menurut Otto, BP3OKP bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya akan memperkuat koordinasi dengan seluruh kepala daerah agar sosialisasi program pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah. "Kita akan duduk bersama dengan seluruh kepala daerah dan kepala dinas pendidikan supaya informasi ini benar-benar sampai ke masyarakat. Ini merupakan kesempatan yang sangat besar bagi anak-anak Papua," katanya.

Otto juga mengaku optimistis apabila sosialisasi dilakukan secara lebih masif, kuota yang diberikan pemerintah pusat dapat terpenuhi pada tahun-tahun mendatang.

Ia menegaskan pemerintah provinsi bersama BP3OKP akan terus mendorong peningkatan akses pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan Papua Barat Daya yang lebih maju melalui pembangunan sumber daya manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....