Dispar Raja Ampat Bekali 40 Pelaku Usaha Wisata Kemampuan Bahasa Inggris
- 07 Jul 2026 04:00 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Raja Ampat - Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat mengadakan pelatihan Bahasa Inggris bagi kalangan pelaku usaha wisata. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 6-8 Juli 2026 ini diikuti sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pelaku usaha homestay, tukang ojek, sopir mobil rental, dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan Waisai.
Pelatihan berlangsung di Hotel Puyakha Mengge, Distrik Kota Waisai, dan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Klasina Rumbekwan. Dispar bekerja sama dengan lembaga Indonesia Brain Camp sebagai narasumber pelatihan.
Kadis Pariwisata Klasina Rumbekwan mengatakan Raja Ampat sebagai kawasan destinasi wisata dunia dikunjungi puluhan ribu turis asing setiap tahunnya. Untuk itu, kemampuan berbahasa Inggris sangat penting bagi para pekerja dan pelaku usaha yang selama ini berinteraksi dengan turis mancanegara.
Klasina menerangkan saat turis datang melalui kapal di Pelabuhan Waisai, maka TKBM menyambut dan menawarkan jasa, perlu memakai Bahasa Inggirs. Setelah itu, ojek atau sopir rental, hingga pelaku usaha homestay juga dituntut untuk bisa berbahasa Inggris secara sederhana kepada wisatawan mancanegara. "Termasuk juga pedagang, agar bisa menjual produknya ke turis maka perlu juga menguasai Bahasa Inggris," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata berharap pelatihan Bahasa Inggris ini memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta sehingga bisa memanfaatkan kemampuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini juga diharapkan semakin meningkatkan pelayanan para pelaku usaha wisata kepada semua turis asing yang datang dan pada akhirnya mendorong perekonomian daerah, khusunya dari sektor pariwisata.
Klasina menambahkan narasumber akan mengajarkan peserta cara praktis berbahasa Inggris dalam lingkungan kerja masing-masing dengan harapan setelah pelatihan ada keberanian untuk mulai berkomunikasi dengan wisatawan asing. Para peserta diminta untuk menyerap semua ilmu dari narasumber dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.
Salah satu peserta, Bira Aleda Kararbo, pelaku usaha di FeeyYef Homestay, Distrik Waigeo Selatan, Kampung Wawiyai, mengaku termotivasi mengikuti pelatihan di Dinas Pariwisata supaya lebih mahir dalam berbahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan Bahasa Inggris-nya saat ini masih standar sehingga perlu terus diasah agar lebih lancar berbicara dengan turis yang datang.
Bira mengatakan pernah mengikuti kursus Bahasa Inggirs di SMK Bukit Zaitun, Distrik Kota Waisai beberapa waktu lalu, tapi hal ini masih belum cukup sehingga perlu menambah jam belajar lagi agar semakin jago. Kemampuan Bahasa Inggris ini sangat bermanfaat saat menjemput para tamu di Pelabuhan Falaya hingga saat melayani tamu di homestay.
Selama ini Bira membantu orang tuanya mengelola homestay di Kampung Wawiyai. Orang tuanya memilki keterbatasan dalam berbahasa asing dan lebih sering memakai bahasa isyarat saat melayani wisatawan mancanegara.
"Homestay kami sangat sederhana dan tidak setiap bulan ada tamu yang datang. Kalau tamu sudah booking, saya yang jemput di pelabuhan. Saya juga yang ajak mereka ngobrol dan menawarkan makanan," kata dia.
Dalam pelatihan ini Indonesia Brain Camp menghadirkan dua narasumber yaitu M. Irgi Prayogi dan Detty Adithya Ayunda. Lembaga yang berkantor di Kota Sorong ini telah memberikan pelatihan Bahasa Inggris kepada pelajar di wilayah Raja Ampat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....