Yayasan Tiga Generasi Baru Paparkan Rencana Pendirian Universitas Doberai
- 04 Jul 2026 18:32 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Yayasan Tiga Generasi Baru secara resmi mempresentasikan rencana strategis pendirian Universitas Doberai di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD). Kegiatan sosialisasi dan pemaparan rencana tersebut berlangsung di Marina Star Resto, Kota Sorong, pada Jumat sore, 3 Juli 2026, dan disambut antusias oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan daerah.
Acara ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Yakob M. Kareth mewakili Gubernur Elisa Kambu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, Asisten II Setda Provinsi Viktor Solossa, Kepala Biro Pemerintahan, Anggota DPRP Komisi IV yang membidangi urusan pendidikan, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Pj Sekda Papua Barat Daya, Yakob M. Kareth, menegaskan kehadiran pemerintah daerah adalah bentuk perhatian serius terhadap gagasan besar ini. Ia menjelaskan bahwa kebijakan moratorium pembukaan perguruan tinggi baru di seluruh wilayah Indonesia memberikan pengecualian khusus bagi wilayah Tanah Papua, hal ini menjadi peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik‑baiknya.
“Kami hadir mendengarkan secara utuh visi, misi, serta prospek ke depan dari pendirian Universitas Doberai. Sebagai pemerintah, kami pasti memberikan dukungan penuh kepada setiap pihak yang memiliki niat mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua. Peluang hukum memang terbuka lebar di sini, namun harus ditopang kesungguhan hati, kualitas pengelolaan, serta program studi yang relevan dan menjawab kebutuhan nyata pasar kerja daerah,” tegas Yakob.
Ia juga mengungkapkan telah menelusuri jejak gagasan ini sejak lama. “Saya mencatat rencana ini sudah ada sejak tahun 2019, bahkan kajian dan survei mendalam sudah dilakukan sejak tahun 2014, jauh sebelum Provinsi Papua Barat Daya terbentuk. Keseriusan ini yang kami hargai,” tambahnya. Dukungan pemerintah tidak hanya bersifat moral, tetapi juga mencakup bantuan dalam proses administrasi perizinan, dukungan pembiayaan terkait persiapan operasional, hingga pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
Sementara itu, Dr. Inge Gunawan, selaku pendamping yayasan sekaligus Ketua Koordinator Pendirian Universitas Doberai memaparkan rincian teknis tahapan persiapan. Ia menekankan keistimewaan kebijakan nasional yang membuka jalan bagi pengembangan pendidikan tinggi di wilayah ini.
“Kami segera menangkap peluang istimewa ini. Langkah awal yang sudah tuntas kami lakukan adalah riset mendalam guna menentukan jenis program studi apa saja yang paling dibutuhkan oleh masyarakat dan pembangunan di Papua Barat Daya. Hasilnya telah mengerucut: kami merencanakan pembukaan awal sebanyak 5 program studi, sesuai ketentuan dengan komposisi 3 bidang sains dan teknologi serta 2 bidang ilmu sosial,” jelasnya.
Fokus utama saat ini adalah pemenuhan persyaratan paling pokok: ketersediaan sumber daya manusia pengajar yang berkualitas. Setiap program studi wajib didukung minimal 5 orang dosen tetap yang berijazah setingkat S2 atau lebih tinggi, berkompetensi sesuai bidang, bukan Pegawai Negeri Sipil, dan berkomitmen mengabdi di wilayah Papua Barat Daya. Secara keseluruhan dibutuhkan 25 tenaga pendidik berkompeten untuk tahap awal.
Target waktu yang ditetapkan sangat optimis: seluruh dokumen persyaratan dan kesiapan fasilitas diharapkan rampung sepenuhnya pada akhir Desember 2026 guna keperluan penilaian dan kunjungan verifikasi. Diharapkan izin resmi pendirian dapat diterbitkan pada awal tahun 2027, sehingga rekrutmen mahasiswa angkatan pertama sudah dapat dibuka pada bulan September 2027 mendatang.

Ketua Yayasan Tiga Generasi Baru, Eduard Yumame, menceritakan perjalanan panjang gagasan ini yang telah dirintis sejak tahun 2014. Ia melihat potensi besar di wilayah Kepala Burung Pulau Papua, namun juga menemukan kesenjangan: banyak perguruan tinggi yang sudah ada menawarkan program studi serupa dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan khas masyarakat lokal.
“Kami hadir membawa nuansa yang berbeda. Universitas Doberai dirancang khusus untuk menyediakan program studi yang masih jarang ditemukan namun sangat dibutuhkan bagi kemajuan daerah. Yang paling istimewa: pendiri, pengelola, hingga kami usahakan tenaga pengajar utamanya adalah putra‑putri asli Papua sendiri. Tujuan mulia kami satu: mencerdaskan anak bangsa di tanah kelahirannya,” tegasnya.
Langkah nyata keseriusan yayasan diperkuat sejak tahun 2020, lalu pada tahun 2022 telah dilakukan survei resmi bersama tim dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Dokumen permohonan pendirian pun sudah diserahkan ke pusat dan kini sedang dilengkapi kembali sesuai masukan teknis.
Keberadaan Universitas Doberai kelak diharapkan menjadi tonggak penting baru yang melengkapi sistem pendidikan tinggi di wilayah Sorong Raya, mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, mandiri, serta mampu bersaing dan membangun daerahnya sendiri secara berkelanjutan. Dukungan penuh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menjadi bukti nyata komitmen bersama mewujudkan cita‑cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa dari ujung barat tanah Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....