Adolof Kambuaya: Program ADEM Murni Berdasarkan Prestasi Siswa
- 04 Jul 2026 18:41 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya , menegaskan bahwa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua. Program tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan berlaku bagi seluruh provinsi di Tanah Papua, yakni Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
"Program ADEM adalah program afirmasi pemerintah pusat dalam rangka percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua. Seluruh provinsi di Papua mendapatkan program yang sama," ujarnya. Ia menjelaskan, Papua Barat Daya mendapatkan kuota sebanyak 90 siswa yang dibagi ke enam daerah, yakni lima kabupaten dan satu kota, yaitu Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, Raja Ampat, dan Kota Sorong.
Adolof menegaskan bahwa seluruh pembiayaan Program ADEM bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan dari Dana Otonomi Khusus (Otsus). "Program ini murni dibiayai oleh Kementerian Pendidikan melalui APBN, bukan menggunakan dana Otsus," tegasnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa kelulusan peserta ditentukan oleh Dinas Pendidikan. Menurutnya, seluruh peserta yang lolos merupakan siswa yang memiliki prestasi akademik berdasarkan nilai rapor. "Anak-anak yang lulus di Program ADEM ini murni karena hasil belajar mereka sendiri. Nilai rapor mereka dimasukkan ke dalam aplikasi, kemudian diverifikasi dan diteruskan ke sekolah-sekolah tujuan di Pulau Jawa dan Bali," katanya.
Para peserta nantinya akan menempuh pendidikan di sejumlah SMA terbaik di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Bandung, Banten, dan Bali. "Kami di Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan menentukan siapa yang lulus. Kewenangan itu sepenuhnya ada pada sistem seleksi berdasarkan nilai dan sekolah tujuan," ujarnya.
Adolof menjelaskan, peran Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya hanya sebatas memfasilitasi para peserta yang telah dinyatakan lulus, mulai dari mengumpulkan siswa dari enam kabupaten/kota, memberikan pembekalan, menyiapkan akomodasi, hingga memberangkatkan mereka ke daerah tujuan. "Kami hanya memfasilitasi, mulai dari pembekalan, tempat menginap, makan, hingga pemberangkatan ke kota studi masing-masing," katanya.

Ia juga meminta para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak selama menjalani pendidikan di luar Papua. Menurutnya, masa awal keberangkatan menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa karena mereka masih berada dalam tahap penyesuaian dengan lingkungan baru. "Mungkin pada bulan pertama mereka masih beradaptasi. Karena itu, kami berharap para orang tua terus memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak agar mereka mampu menyesuaikan diri," ujarnya.
Program ADEM di Papua Barat Daya sendiri telah memasuki angkatan keempat sejak provinsi tersebut berdiri pada 2023. Pemerintah berharap para peserta yang bersekolah di SMA terbaik di Pulau Jawa dan Bali nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di Indonesia. "Output yang kita harapkan adalah mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, dan perguruan tinggi unggulan lainnya," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....