Inisiatif Raja Selamanya, Komitmen Bersama Jaga Kelestarian Alam Raja Ampat
- 30 Jun 2026 11:52 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Setelah lebih dari dua dekade menjadi salah satu model pengelolaan kawasan konservasi laut terbaik di Indonesia, Raja Ampat memasuki babak baru melalui peluncuran Inisiatif Raja Selamanya, sebuah gerakan kolaboratif yang bertujuan memastikan kawasan yang dikenal sebagai jantung Segitiga Karang Dunia ini tetap lestari sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Peluncuran inisiatif tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Lokakarya multipihak bertajuk "Membangun Komitmen Bersama Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Raja Ampat" yang digelar di Hotel Vega, Sorong, Selasa 30 Juni 2026.
Forum ini mempertemukan pemerintah, masyarakat adat, akademisi, serta para mitra pembangunan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Raja Ampat. Selama lebih dari 20 tahun, Raja Ampat telah membuktikan bahwa upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai inovasi lahir dari kawasan ini, mulai dari pembentukan jejaring Kawasan Konservasi Perairan (KKP), penetapan shark sanctuary, penerapan tarif jasa lingkungan kawasan konservasi, hingga pengelolaan kawasan melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Berbagai capaian tersebut mengantarkan Raja Ampat meraih sejumlah pengakuan nasional dan internasional.
Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat memperoleh predikat pengelolaan tertinggi berdasarkan Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di tingkat global, Raja Ampat juga mendapatkan pengakuan sebagai Blue Park Gold Award, UNESCO Global Geopark, dan UNESCO Biosphere Reserve.
Namun, keberhasilan itu kini menghadapi tantangan baru. Meningkatnya tekanan terhadap ekosistem akibat aktivitas pariwisata yang semakin masif, persoalan sampah dan limbah, hingga ancaman pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan. Kondisi ini menuntut komitmen dan kolaborasi yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kawasan konservasi melalui BLUD UPTD Pengelolaan KKP Raja Ampat. "Pemerintah provinsi yang mengemban mandat pengelolaan KKP Raja Ampat melalui BLUD UPTD KKP Raja Ampat berkomitmen memperkuat tata kelola kawasan yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan. Dua puluh tahun perjalanan konservasi membuktikan bahwa kolaborasi adalah fondasi keberhasilan. Melalui Inisiatif Raja Selamanya, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi agar Raja Ampat tetap menjadi kawasan konservasi laut kelas dunia yang memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat," ujar Elisa.
Sementara itu, Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, menekankan bahwa keberhasilan konservasi telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. "Bagi Pemerintah Raja Ampat, konservasi bukan hanya tentang menjaga laut, tetapi juga menjaga masa depan. Selama dua dekade terakhir, kita telah melihat bagaimana laut yang sehat mampu menghadirkan kesempatan ekonomi, memperkuat pariwisata berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari masyarakat adat yang sejak lama menjadikan laut sebagai bagian dari identitas, budaya, dan ruang kehidupan mereka. Tokoh Adat Raja Ampat, Charlie Imbir, menilai keberhasilan konservasi selama ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat adat dan semangat kolaborasi yang terus dijaga.
"Kami percaya bahwa masa depan Raja Ampat hanya dapat terwujud apabila masyarakat adat tetap menjadi bagian penting dalam setiap keputusan, dan semangat kolaborasi terus menjadi fondasi dalam mengelola sumber daya alam di Raja Ampat," ujarnya.
Direktur Eksekutif Terra Papua, Meity Mongdong, menjelaskan bahwa Inisiatif Raja Selamanya bukanlah program baru, melainkan sebuah platform yang menyatukan berbagai upaya konservasi yang telah dilakukan para mitra selama ini.
"Raja Selamanya bukanlah sebuah program baru, melainkan ruang kolaborasi untuk menyatukan pemerintah, masyarakat adat, organisasi lokal, dan para mitra pembangunan dalam satu komitmen bersama. Kami ingin memastikan setiap pihak memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga Raja Ampat, selamanya," tutup Meity.
Melalui Inisiatif Raja Selamanya, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat kolaborasi demi menjaga Raja Ampat agar tetap lestari dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun masa depan Raja Ampat yang berkelanjutan, sekaligus mewariskan salah satu kawasan laut terkaya di dunia bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....