Kesbangpol Papua Barat Daya Perkuat Sistem Kewaspadaan Berbasis Masyarakat
- 13 Jun 2026 10:49 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan sosial dan keamanan dengan membangun jaringan kewaspadaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat kampung.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Forum Koordinasi Kewaspadaan Dini (FKBD) Masyarakat yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya di Hotel Belagri and Convention Sorong, Sabtu 13 Juni 2026.
Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, akademisi, dan unsur intelijen itu menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu melalui Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Viktor Solossa, mengatakan sebagai provinsi yang masih tergolong baru, Papua Barat Daya membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, kewaspadaan dini tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari kekuatan sosial. "Forum ini menjadi ruang untuk membangun jaringan kewaspadaan yang lebih luas. Ke depan, pola kewaspadaan ini diharapkan dapat menjangkau kabupaten, kota, hingga kampung-kampung sehingga setiap potensi gangguan dapat dideteksi lebih awal," ujar Viktor.
Ia mengibaratkan sistem kewaspadaan dini seperti menjaga kesehatan tubuh. Ketika kondisi tubuh dipantau dan dijaga dengan baik, berbagai risiko penyakit dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Demikian pula dengan kondisi keamanan daerah yang membutuhkan pengawasan dan perhatian bersama agar berbagai ancaman, hambatan, maupun tantangan sosial dapat diantisipasi sejak dini.
Viktor menilai keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, dan kalangan intelektual menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem kewaspadaan berbasis masyarakat.
Selain sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah, mereka juga diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terkait berbagai kebijakan pembangunan.
"Komunikasi dan koordinasi sangat penting. Ketika informasi yang benar tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, maka potensi kesalahpahaman yang dapat memicu kerawanan sosial bisa diminimalkan," katanya.
Forum tersebut juga menjadi sarana untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Melalui penguatan jaringan kewaspadaan hingga ke tingkat akar rumput, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga sehingga pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....