Perkuat SDM Pariwisata, Pemprov Papua Barat Daya Sertifikasi 40 Pemandu Wisata OAP
- 12 Jun 2026 19:12 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus memperkuat kualitas sumber daya manusia pariwisata melalui program sertifikasi kompetensi bagi 40 pemandu wisata orang asli Papua dari enam kabupaten dan kota. Kegiatan yang berlangsung di Kota Sorong, Jumat 12 Juni 2026 ini, diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Angin Mammiri Makassar. Peserta berasal dari Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Maybrat, dan Kota Sorong.
Dalam sambutannya, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Victor Solossa, mengatakan pemandu wisata memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan alam Papua kepada wisatawan. “Papua memiliki pantai, lembah, gunung, sungai, dan kekayaan alam yang luar biasa. Karena itu para pemandu wisata memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkenalkan keindahan Papua kepada dunia,” ujarnya.
Victor menegaskan, sertifikasi yang diterima peserta merupakan bentuk pengakuan profesional yang harus dibarengi dengan keterampilan, sikap, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, mengatakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata. Menurutnya, sertifikasi kompetensi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan daerah menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Yusdi berharap para peserta dapat menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata daerah dan mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. “Semakin baik sumber daya manusianya, semakin baik pula pelayanan yang diberikan kepada wisatawan. Karena itu kami ingin seluruh pelaku pariwisata di Papua Barat Daya, mulai dari hotel, homestay, resort, kapal wisata hingga pemandu wisata, memiliki kompetensi yang terstandar,” kata Yusdi.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat Daya, Michael Mobalen, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Dinas Pariwisata yang telah memfasilitasi sertifikasi bagi para pemandu wisata. Menurutnya, banyak pemandu wisata di Papua Barat Daya selama ini telah bekerja secara profesional, namun belum memiliki sertifikat kompetensi sebagai standar pengakuan dalam industri pariwisata.
“Melalui sertifikasi ini kami berharap para pemandu wisata memiliki legalitas dan pengakuan resmi. Sertifikat kompetensi menjadi kepercayaan bagi pelaku usaha wisata dan travel untuk menggunakan jasa pemandu wisata yang profesional,” ujarnya. Michael juga mengusulkan agar pemerintah dapat memberikan pelatihan serupa kepada para pengemudi wisata sehingga seluruh ekosistem pariwisata memiliki standar pelayanan yang sama.
Selain mengikuti pelatihan dan uji kompetensi, para peserta menerima bantuan perlengkapan kerja berupa 76 unit life jacket, 40 unit microphone, delapan unit GPS, dan delapan unit handy talkie (HT). Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang tugas pemandu wisata saat mendampingi wisatawan di berbagai destinasi unggulan Papua Barat Daya.
Sertifikasi kompetensi dilaksanakan oleh LSP Angin Mammiri Makassar dengan melibatkan tiga asesor yang melakukan penilaian sesuai standar nasional profesi pemandu wisata. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap program ini dapat melahirkan SDM pariwisata yang unggul, profesional, dan mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....