Dekranasda Kota Sorong Latih 60 Mama Papua Kembangkan Usaha Olahan Sagu
- 09 Jun 2026 14:22 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong menggelar pelatihan pengembangan dan pengelolaan usaha industri kecil berupa pembuatan kue berbahan dasar sagu bagi 60 mama Papua di Kota Sorong.
Kegiatan yang dimulai pada Senin, 9 Juni 2026 di Rylich Panorama Hotel Kota Sorong tersebut, bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ketua Umum Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elizabeth Lobat, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan UMKM, khususnya mama-mama Papua, agar mampu mengembangkan produk olahan sagu yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.
Menurutnya, selain meningkatkan kapasitas dan pengetahuan peserta, kegiatan itu juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga maupun kelompok usaha.
“Kami Dekranasda Kota Sorong melaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan dan pengembangan usaha industri kecil, yaitu pembuatan kue dari sagu tahun 2026.
Tujuan kami selain meningkatkan kapasitas, kualitas, pengetahuan, dan wawasan pelaku UMKM, juga untuk meningkatkan pendapatan baik dalam rumah tangga maupun kelompok usaha itu sendiri,” kata Jemima usai pembukaan kegiatan.
Ia menjelaskan, sebanyak 60 peserta yang seluruhnya merupakan mama-mama Papua mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terbagi dalam 10 kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan enam orang.
Selama lima hari pelatihan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pengolahan sagu menjadi berbagai jenis kue dan produk pangan lainnya.
Jemima mengatakan, setelah pelatihan selesai, Dekranasda Kota Sorong juga akan memberikan bantuan peralatan kepada para peserta sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha di kelompok masing-masing.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong peserta menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini mereka pulang dan mengembangkan materi maupun keterampilan yang sudah didapat di kelompok masing-masing.
Apa yang mereka hasilkan nantinya bisa dijual dan memiliki nilai ekonomis baik bagi kelompok usaha, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini sagu lebih dikenal sebagai bahan baku pembuatan papeda. Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah sagu menjadi berbagai produk makanan dengan cita rasa dan kualitas yang lebih beragam sehingga memiliki peluang pasar yang lebih luas.
“Harapan kami mama-mama Papua tidak hanya bisa membuat papeda dari sagu, tetapi juga bisa membuat bentuk-bentuk olahan lain dengan rasa dan kualitas yang baik.
Dengan begitu produk yang dihasilkan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat,” ucapnya.
Kegiatan pelatihan tersebut diprioritaskan bagi mama-mama Papua sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat Orang Asli Papua (OAP).
Dekranasda Kota Sorong berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk membangun usaha mandiri berbasis potensi pangan lokal yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....