Reses DPRK Sorong, Air Bersih hingga Lampu Jalan Jadi Keluhan Utama

  • 05 Jun 2026 13:06 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Ketersediaan air bersih, kondisi jalan lingkungan, dan minimnya lampu penerangan jalan menjadi keluhan utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sorong jalur pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus), Kamis 4 Juni 2026. Berbagai aspirasi tersebut mengemuka saat DPRK turun langsung ke masyarakat untuk menyerap kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga di sejumlah wilayah Kota Sorong.

Wakil Ketua III DPRK Kota Sorong, Robert Malaseme, mengatakan kegiatan reses merupakan bagian dari upaya DPRK untuk mendengar langsung keluhan masyarakat sekaligus memperjuangkan kebutuhan mereka dalam perencanaan pembangunan daerah. “Melalui penjaringan aspirasi ini, berbagai persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat dapat disampaikan secara terbuka. Harapannya, setiap masalah yang ada bisa dicarikan solusi secara bertahap,” ujarnya.

Selain menerima berbagai masukan dari masyarakat, DPRK juga mensosialisasikan sejumlah program pemerintah yang menyasar Orang Asli Papua (OAP), termasuk program pendidikan gratis dan jaminan kesehatan daerah.

Robert, menjelaskan DPRK terus mendorong pelaksanaan pendidikan gratis bagi OAP agar seluruh anak Papua memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Sorong juga telah menyiapkan anggaran khusus bagi masyarakat OAP yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. “Warga OAP yang belum tercover BPJS tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan melalui dukungan anggaran pemerintah daerah,” katanya.

Meski demikian, persoalan infrastruktur dasar masih menjadi perhatian utama masyarakat. Salah satu yang paling mendesak adalah kebutuhan air bersih yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi di sejumlah kawasan permukiman.

Robert menjelaskan sebagian warga mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih karena kondisi lingkungan yang berada di sekitar area pemakaman, sehingga masyarakat tidak dapat dengan leluasa menggali sumur karena khawatir terhadap kualitas air yang dihasilkan.

Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang belum memadai serta kurangnya penerangan jalan yang berdampak pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Robert, menegaskan Bahwa DPRK akan membawa seluruh aspirasi tersebut kepada pemerintah daerah agar dapat dipertimbangkan dalam penyusunan program pembangunan dan penganggaran tahun mendatang.

Warga menyampaikan aspirasi

Sementara itu, tokoh masyarakat, Lukas Tiporop, meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.

Menurutnya, dukungan anggaran pendidikan perlu terus ditingkatkan agar anak-anak Papua memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Selain pendidikan, Lukas juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, jembatan penghubung, dan lampu penerangan jalan.

Ia mengungkapkan, minimnya fasilitas penerangan jalan membuat sebagian warga memasang lampu secara swadaya menggunakan tiang kayu. Kondisi tersebut bahkan pernah menimbulkan kecelakaan akibat kabel listrik yang terjatuh dan membahayakan pengguna jalan. “Kami berharap seluruh aspirasi masyarakat ini dapat diperjuangkan sehingga kebutuhan dasar warga bisa segera dipenuhi,” katanya.

Melalui kegiatan reses tersebut, DPRK Kota Sorong berharap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan masuk dalam prioritas pembangunan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Sorong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....