Cerita di Balik Lagu "Ibu Pekerja" Dari Tantri Syalindri
- 24 Mei 2026 14:54 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Berawal dari dilema sebagai seorang ibu pekerja yang dihadapi Tantri Syalindri, vokalis grup band Kotak, terlebih soal bagi waktu antara anak, keluarga, atau karir. Berbagai rasa berkecamuk dalam dada, perasaan dan pikiran, bahkan harus diperhadapkan dengan pilihan yang berat, karena semua tentu ada risikonya.
Lewat akun sosial medianya, Tantri bercerita bahwa delapan tahun yang lalu, ia pernah sangat lelah menjadi ibu pekerja, dikarenakan ia terbiasa menghibur banyak orang dari panggung ke panggung, tapi perlahan kehilangan tenaga untuk rumahnya sendiri. Sampai pada akhirnya ia sadar bahwa banyak ibu yang bekerja bukan karena ingin jauh dari keluarga, melainkan karena tuntutan hidup meminta kami untuk bertahan.
Tantri mengungkapkan, kadang kami hanya ingin membantu meringankan pundak pasangan, karena di dalam rumah sering kali semua sedang menjadi tulang punggung dengan caranya masing-masing. Tanggung jawab yang dipikul bersama untuk memastikan supaya anak-anak tetap bahagia, walau kadang rasa dan fisik sebagai orang tua harus dikorbankan.
"Sekitar 8 tahun yang lalu aku pernah ada di titik sangat lelah menjadi ibu pekerja, dan sudah ketebak lelah yang dipendam terlalu lama sering berubah jadi nada bicara yang salah, emosi yang mudah tumpah, atau diam yang disalahpahami keluarga. Sampai di titik aku hampir memutuskan untuk berhenti menjadi ibu pekerja, aku sering merasa gagal menjadi ibu yang tidak bisa hadir 24/7 untuk anak-anak karena pekerjaan. Ada banyak momen yang terlewat, banyak rasa bersalah yang diam kupendam sendiri," ungkap Tantri.
Ironisnya terkadang di luar terlihat kuat dan menyenangkan, tapi sesampainya di rumah, sisa tenaga yang ada justru sering jadi boomerang untuk anak dan suami "sebagai ibu, rasanya kita gak pernah benar-benar punya waktu istirahat yang utuh, bahkan saat badan diam namun pikiran tetap terbiasa bekerja. Akhirnya aku memilih berhenti sejenak, libur cukup panjang unutk mencoba memeluk diriku sendiri lagi," jelas Tantri.
Namun keputusan istirahat sementara dan kehidupan nyata di ibu kota Jakarta tidak semurah dan semudah yang dibayangkan, kota yang memaksa semua orang terus berlari, menuntutnya harus kembali menjadi ibu pekerja dengan versi terbaiknya, bahkan banyak curahan hati dari para ibu pekerja di kolom komentar akun sosmednya yang akhirnya menggerakannya untuk kembali berkarya dan memberi ruang bagi hati yang rapuh bahkan hampir menyerah. Lahirlah sebuah karya lagu "Ibu Pekerja" yang mewakili rasa sebagai bukti nyata cinta seorang ibu.
Peluk erat dan tetap kuat untuk semua ibu pekerja, cinta dan doamu menjadi langkah sukses bagi anak-anakmu kelak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....